Benny Wenda Klaim Diri Presiden Papua Barat, Terungkap Bertahan Hidup dengan Cara Tak Terduga Ini
Nasional

Benny Wenda disebut-sebut sudah mendapatkan status kewarganegaraan di Inggris. Belakangan kehidupan pribadi sang Ketua ULMWP menjadi sorotan publik, termasuk soal pekerjaannya.

WowKeren - Ketua Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda mencuri perhatian dengan klaimnya sebagai Presiden Papua Barat. Klaim ini disampaikan bersamaan dengan deklarasinya terhadap Pemerintahan Sementara Papua Barat (untuk urusan Papua dan Papua Barat) pada Selasa (1/12) kemarin.

Benny sendiri kini diketahui menetap di Inggris. Bahkan eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut Benny sudah diangkat menjadi warga kehormatan Kota Oxford.

Dan atas deklarasi yang disampaikannya, banyak yang mencoba mengulik kehidupannya dan memunculkan sebuah fakta yang kini menjadi sorotan. Sebab Benny buka-bukaan perihal caranya untuk bisa bertahan hidup di negeri orang.

Dalam sebuah wawancara, Benny mengaku kerap melakukan penggalangan dana untuk keperluan biaya melobi-lobi di ranah internasional. Hal ini tak lepas dari keinginannya untuk membebaskan Papua dari Indonesia.


Selain itu, hasil penggalangan dana itu juga digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya. Benny mengaku beberapa kali menerima sumbangan dari orang-orang Inggris serta tak jarang "mengamen".

"Saya dibiayai teman-teman Inggris sendiri, individual donation. Dan juga kami sendiri, saya dan istri rekam lagu," terang Benny, dilansir dari Viva, Sabtu (5/12). "Kami luncurkan dua lagu, dua CD tentang Papua Merdeka dan kami jual serta kami menyanyi dimana saja untuk mendapatkan donasi."

Di sisi lain, Benny diketahui baru mendeklarasikan langkah baru untuk memenuhi niatnya melepaskan Papua dari Indonesia. Namun rupanya deklarasi oleh Benny itu tak melulu diterima oleh masyarakat Papua Barat sendiri, seperti kelompok OPM yang memberi reaksi kontra.

Atas deklarasi ini, Kementerian Luar Negeri kemudian memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins. Pemanggilan itu sendiri sudah dilakukan pada Jumat (4/12) kemarin dalam rangka menyampaikan protes.

"Kepada Dubes Jenkins, disampaikan protes keras atas pembiaran bagi Benny Wenda yang menyebarkan disinformasi, fitnah dan menghasut," kata Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah. "Serta mendalangi berbagai aksi kriminal dan pembunuhan di Papua."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait