BPOM Tegaskan Hanya Beri Izin Darurat Vaksin COVID-19 Bila 3 Syarat Ini Terpenuhi
Nasional

Untuk aspek mutu menurut Kepala BPOM Penny Lukito vaksin Sinovac sudah memenuhi. Hal ini berdasarkan kunjungan tim BPOM ke Tiongkok beberapa waktu lalu.

WowKeren - Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac untuk COVID-19 telah tiba di Tanah Air pada Minggu (6/12) dari Tiongkok. Kendati demikian, vaksin tidak serta merta langsung bisa digunakan melainkan harus mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan jika pihaknya hanya akan mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin apabila data yang dijadikan rujukan sudah lengkap. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk itu.

"BPOM hanya akan berikan EUA jika data yang dikaitkan dengan mutu, keamanan dan khasiat itu sudah cukup lengkap," kata Penny dalam tanya jawab yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/12). baru setelah itu tim ahli akan melakukan analisis.

Untuk aspek pertama menurutnya vaksin Sinovac sudah memenuhi. Hal ini berdasarkan kunjungan tim BPOM ke Tiongkok beberapa waktu lalu. "Alhamdulillah kalau dari aspek mutu itu sudah memenuhi aspek cara produksi obat yang baik," katanya.


Lalu untuk aspek keamanan juga demikian. "Itu alhamdulillah tidak ada efek samping yang critical. Jadi dari aspek keamanan sudah baik," tutur Penny.

Sehingga saat ini hanya perlu menunggu pemenuhan aspek ketiga yakni terkait efektivitas vaksin. "Diperiksa di laboratorium dan dilihat seberapa besar vaksin ini efektif meningkatkan antibodi kita," ujar Penny.

Sementara itu, ahli Pandemi dan Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengingatkan jika hingga saat ini belum ada data mengenai keamanan dan kemanjuran dari uji klinis tahap ketiga vaksin itu di seluruh dunia. Sehingga meskipun nantinya penggunaan vaksin sudah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat atau EUA dari BPOM, memerintah diminta tak memakainya dulu.

Sinovac, disebutnya berbeda dari Pfizer maupun Moderna yang sudah saling mengklaim efektivitas masing-masing. Sinovac bahkan belum melakukan penelitian pendahuluan yang berisi kemanjuran serta keamanan vaksin.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait