FPI bersikeras mengklaim tak membekali laskar pengawal Habib Rizieq Syihab dengan senjata api. Hal ini mendapatkan bantahan serta peringatan keras dari Polda Metro Jaya.
- Nidya Putri
- Rabu, 09 Desember 2020 - 10:31 WIB
WowKeren - Perseteruan antara kepolisian dan FPI kian memanas setelah adanya bentrokan yang berujung baku tembak. FPI dalam pernyataannya terus mengklaim tak membekali laskar pengawal Habib Rizieq Syihab dengan senjata api.
Namun, pernyataan tersebut dibantah dengan tegas oleh kepolisian. Bahkan penyidik memiliki bukti kepemilikan senjata api oleh pengawal Rizieq.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengingatkan penyebaran berita bohong bisa dipidana. "Kalau memang ada kenyataan seperti itu. Jangan menyebarkan berita-berita bohong, itu bisa dipidana nanti," kata Yusri, Selasa (8/12).
Yusri memang tidak menjelaskan bukti seperti apa yang dimiliki polisi. Ia mengatakan hal itu akan dijabarkan jika penyelidikan sudah selesai.
"Saya pertegas di sini bahwa penyidik sudah mengumpulkan bahwa ditemukan bukti yang ada bahwa senpi itu pemiliknya adalah pelaku yang melakukan penyerangan," terangnya. "Nanti akan kita jelaskan lagi setelah investigasi nanti kita sampaikan kalau sudah lengkap."
Salah satu bukti yang ditemukan petugas, imbuh Yusri, adalah berupa senjata api yang teridentifikasi memakai peluru kaliber 9 mm. Senjata api itu disebut Yusri dipakai oleh pelaku dari kelompok FPI yang menyerang polisi.
Sebelumnya telah diketahui, terjadi bentrokan antara polisi dengan pengawal Rizieq Syihab terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12) pukul 00.30 WIB. Versi polisi disebutkan pengawal Rizieq berusaha memepet mobil aparat yang dalam tugas penyelidikan.
Saat mobil berhenti pengawal itu keluar dengan membawa senjata tajam dan senjata api. Polisi menyebut senjata api itu sempat ditembakkan sebanyak tiga kali.
Penyerangan itu membuat polisi terpaksa menembak para pelaku yang akhirnya menewaskan 6 orang di lokasi kejadian. Namun, hal ini berbeda dengan cerita versi FPI.
FPI membantah adanya baku tembak di lokasi kejadian. Pasalnya para laskar yang mengawal rombongan Habib Rizieq tidak membawa senjata apa pun. Menurut FPI polisi yang menyerang lebih dulu. Anggotanya juga diyakini tidak ditembak di lokasi kejadian.
(wk/nidy)