Menurut Amien, insiden ini merupakan pertanda bahwa rezim yang berkuasa kini sudah sangat dzolim. Namun demikian, Amien menyebut masih ada waktu untuk bertobat.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Desember 2020 - 12:24 WIB
WowKeren - Politisi senior Amien Rais turut angkat bicara mengenai bentrokan antara polisi dan Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (6/12) lalu. Hal ini disampaikan Amien dalam video yang diunggah ke kanal YouTube "Amien Rais Official".
Dalam video tersebut, Amien mengaku tidak mau mengklaim pihak mana yang benar dan mana yang salah. Ia mengaku ada dua versi kejadian tersebut, yaitu versi polisi dan versi FPI.
"Saya ingin mengingatkan bahwa dalam Alquran nyawa manusia itu jauh lebih berharga daripada nyawa kelinci, atau kucing, atau kerbau, dan lain sebagainya," tutur Amien, dikutip pada Rabu (9/12). Mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga mengingatkan aparat keamanan bahwa semua fasilitas mereka, seperti kendaraan hingga seragam, datang dari rakyat.
Oleh sebab itu, Amien menangisi insiden yang menelan enam nyawa laskar FPI tersebut. "Jadi saya menangis dalam hati, bagaimana mungkin ada enam nyawa, jam 00.30 malam, laskar yang sesungguhnya, ya katakan lah ada celurit, senjata api, wallahualam. Kemudian sekarang ini telah terjadi nyawa lenyap," lanjut Amien.
Menurut Amien, insiden ini merupakan pertanda bahwa rezim yang berkuasa kini sudah sangat dzolim. Namun demikian, Amien menyebut masih ada waktu untuk bertobat.
Oleh sebab itu, Amien mengimbau Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan situasi pasca bentrok polisi dengan FPI ini. Amien menilai insiden ini bermuara kepada Jokowi.
"Mas Jokowi, ini imbauan saya kepada Anda, tolong Anda kendalikan," ujar Amien. "Karena semua itu (insiden bentrokan) bermuara kepada saudara Jokowi."
Selain itu, Amien juga meminta maaf jika dirinya terlihat emosi. Namun Amien menyebutkan bahwa situasi saat ini memang dinilainya sudah gawat.
"Maaf kalau saya kelihatan agak marah. Memang saya emosi, agak marah. Ikhlas dari hati, demi perbaikan masa depan," pungkas Amien. "Saya melihat ini sudah gawat ini. Ini betul- betul sudah gawat, bisa lepas kendali."
(wk/Bert)