2 Menteri Terjerat OTT, Eks Jubir KPK Febri Diansyah Singgung Komitmen Jokowi
Instagram/febridiansyah.id
Nasional

Eks Jubir KPK Febri Diansyah menilai dengan adanya 2 menteri yang harus berurusan dengan KPK seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi

WowKeren - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah turut menanggapi adanya dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo yang terjerat KPK. Ia menyinggung komitmen presiden dalam memberantas korupsi.

Menurutnya, dengan adanya 2 menteri yang harus berurusan dengan KPK seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi. Namun alih-alih melakukan evaluasi, pemerintah justru membantah anggapan jika KPK mulai melemah.

"Ada dua menteri Presiden Jokowi yang kemudian terjerat OTT dan respons pemerintah justru yang kita lihat adalah membuktikan sebaliknya," tegas Febri dalam agenda 'Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia' yang disiarkan di akun Facebook Sahabat ICW, Rabu (9/12). "Mengklaim, bukan melakukan evaluasi ke dalam. Tapi, justru mengatakan tidak benar KPK melemah."

Adapun dua menteri yang dimaksud adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang terjerat kasus dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster. Lalu yang terbaru adalah Menteri Sosial Juliari Peter Batubara atas kasus dugaan korupsi terkait bantuan sosial untuk penanganan COVID-19.


Dengan kejadian ini menunjukkan jika komitmen pemerintah tidak begitu serius dalam melawan korupsi. Bahkan yang sudah sangat dekat hingga mencapai level kabinet. Hal-hal semacam inilah yang menurutnya bisa menghambat upaya pencegahan korupsi.

"Tidak mungkin sebuah kementerian bisa melakukan upaya pencegahan korupsi," tegasnya lagi. "Kalau menterinya sendiri, jabatan politik tertinggi justru diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi."

Ia juga menyoroti Mensos yang kerap menyerukan slogan antikorupsi sedangkan pada kenyataannya justru jajaran di kementeriannya melakukan perbuatan haram itu. "Itu jauh panggang dari api," ujar Febri yang mundur dari KPK pada akhir September lalu.

Ia berharap agar pemerintah bisa lebih serius lagi dalam memberantas korupsi di negeri ini. Ia lantas mempertanyakan apakah memang memberantas korupsi bukan lagi menjadi prioritas pemerintah.

"Saya tidak tahu apakah Presiden melihat isu korupsi sudah tidak penting lagi karena sudah menjabat periode kedua," lanjutnya. "Atau memang isu korupsi bagi sebagian pihak sangat mengganggu sehingga itu harus ditempatkan pada alternatif sekian."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts