Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan jika vaksin telah mendapat respons positif dari pasar modal. Sehingga ia optimis jika vaksin bisa menghadirkan perbaikan ekonomi.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 10 Desember 2020 - 11:52 WIB
WowKeren - Vaksin digadang-gadang bisa memberikan angin segar pada kondisi perekonomian negara-negara di dunia. Termasuk Indonesia yang juga sempat mengalami resesi akibat pandemi corona.
Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan jika vaksin telah mendapat respons positif dari pasar modal. Sehingga ia pun optimis jika vaksin bisa menghadirkan perubahan di tengah keterpurukan ekonomi. Menurutnya, vaksin bisa menjadi game changer untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
"Saya yakin pasti akan lebih baik dibandingkan 2020. Jadi saya yakin," kata Basyir dalam konferensi pers virtual, Rabu (9/12). "Vaksin yang menjadi game changer ini akan berefek signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi."
Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12). Peristiwa ini menurutnya turut memicu menghijaunya bursa saham.
"Sebagai indikasi awal saja, ketika vaksin 1,2 juta datang di Indonesia, besoknya kan bursa langsung hijau," ujarnya menjelaskan. "Artinya, investor melihat vaksin ini akan jadi game changer."
Selanjutnya yang terpenting adalah memastikan pasokan vaksin harus sesuai target. Vaksin akan didatangkan secara bertahap. Sehingga dengan begitu agenda vaksinasi nasional bisa segera dilakukan untuk segera membentuk kekebalan.
"Sekarang effort kami adalah bagaimana suplainya cepat kita pastikan dalam jumlah yang signifikan," sebutnya. "Melakukan program vaksinasi dengan pemerintah. Terbentuk program immunity sehingga ekonomi bisa bergerak kembali."
Sementara itu, program vaksinasi sendiri diperkirakan akan baru bisa dimulai pada Februari mendatang. Head of Corporate Communications Bio Farma, Iwan Setiawan menuturkan sejauh ini EUA dari BPOM diperkirakan rilis akhir Januari 2021, yakni setelah uji klinis fase III di Indonesia selesai dilakukan.
"Begitu kita terima izin edar pemakaian, bisa langsung (vaksinasi)," jelas Iwan, dilansir dari Kompas. "Saya perkirakan Februari sudah bisa dilakukan."
Dari BPOM sendiri, hanya akan mengeluarkan izin penggunaan darurat jika vaksin memenuhi tiga syarat. Adapun tiga syarat yang dimaksud adalah mutu, keamanan dan khasiat.
(wk/zodi)