Bertemu Keluarga 6 Pengawal FPI yang Tewas, DPR Tanyakan Keberadaan Habib Rizieq
Nasional

Komisi III DPR RI menanyakan keberadaan Imam Besar FPI Habib Rizieq mengadakan rapat dengar bersama dengan 6 keluarga pengawal yang tewas dalam bentrokan di tol Cikampek.

WowKeren - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengadakan rapat dengar bersama dengan korban dan saksi bentrokan yang terjadi antara Front Pembela Islam (FPI) dengan kepolisian di tol Cikampek. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni sempat menanyakan kepada FPI terkait keberadaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Sahroni memberikan dua pertanyaan kepada para keluarga korban yakni terkait informasi yang menyebutkan ada empat orang pengikut Habib Rizieq yang melarikan diri dan terkait keberadaan Habib Rizieq saat ini. "Pertanyaan saya, Bapak Ibu keluarga korban, yang saya dengar ada 10 orang pendamping Muhammad Rizieq Syihab yang katanya, katanya yang empat orang kabur katanya mengamankan Muhammad Riziq Shihab," kata Sahroni, Kamis (10/12).

"Mungkin apakah Bapak-Ibu kenal?" lanjutnya. "Dan pernah enggak komunikasi dengan keluarga atau memang Bapak-Ibu kenal juga? Mungkin ini bisa dijawab oleh keluarga atau lawyer."

Kemudian, pertanyaan itu dijawab oleh Wasekum FPI sekaligus kuasa hukum FPI Aziz Yanuar yang menyebut hanya terdapat enam orang yang menjadi korban terkait insiden itu. Namun, Aziz tak menjawab pertanyaan terkait keberadaan Habib Rizieq.


"Menurut saya, menurut info, hanya enam orang yang syahid, dan memang enam orang dalam satu mobil, kalau dalam informasi dalam satu mobil ada 10 orang, tidak benar, itu saja," tuturnya.

Pada kesempatan itu juga Sahroni sempat mengoreksi penggunaan kata 'pembantaian' yang digunakan keluarga korban. Menurutnya, penggunaan kata itu kurang tepat karena polisi belum menyampaikan secara detail tentang kejadian tersebut.

“Saya ingin mengkoreksi terkait bahasa 'pembantaian' yang tadi keluarga korban sampaikan, karena sampai hari ini, sampai detik ini, polisi belum menyampaikan secara lugas tentang kejadian di jalan tol,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Komisi III DPR akan berupaya menyampaikan aspirasi keluarga korban untuk mencari keadilan. Dia tak ingin negara terpecah belah karena informasi yang tak jelas.

"Kita enggak mau negara ini porak poranda, pecah belah atas informasi yang belum tepat untuk disampaikan. Kita memahami kesedihan, kepedihan yang Bapak Ibu rasakan," paparnya. "Tapi minimal kita dalam konteks Komisi III akan menerima keluhan Bapak Ibu untuk mencari keadilan dan kami akan terima dengan sangat luas dan kita akan sampaikan itu nanti setelah polisi menyampaikan transparansi tentang kasus yang ada."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait