Kapolda Metro Tegaskan Pelaku Kerumunan Harus Ditindak: Kalau Dibiarkan Saling Bunuh
Nasional

Jika kerumunan tetap dibiarkan maka sama saja artinya dengan membiarkan virus menular yang mana virus ini juga bisa memberikan dampak yang fatal termasuk kematian

WowKeren - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan dirinya akan tegas terhadap para pelanggar protokol kesehatan. Sebab kasus corona di Indonesia sampai saat ini masih terus mengalami penambahan.

Terutama di Jakarta, kasus kematian akibat COVID-19 masih cukup tinggi. Sehingga jika kerumunan tetap dibiarkan maka sama saja artinya dengan membiarkan virus menular yang mana virus ini juga bisa memberikan dampak yang fatal.

"Nah, kalau kita terus membiarkan terjadinya kerumunan, itu namanya, kata Mendagri, membiarkan kita saling membunuh," kata Fadil di Jakarta, Jumat (11/12). Sehingga karena kegiatan yang memicu kerumunan sangat membahayakan baik nyawa sendiri maupun orang lain maka perlu ditindak tegas.

Saat ini, tingkat kematian di Jakarta berada di angka 1,3 persen. Secara persentase memang kecil, tapi dilihat dari angka absolutnya tentu sangat besar. Artinya, setiap hari ada kasus meninggal akibat COVID-19 di Jakarta.


"Ini jumlah yang besar. 2.883 mortality angka kematian sekarang di Jakarta," kata dia melanjutkan. "Mortality rate-nya sekitar 1,3 persen. Setiap hari di Jakarta berarti ada yang meninggal dunia sebanyak 3-4 orang bahkan lebih."

Per Kamis (10/12), Jakarta mencatat penambahan kasus baru sebesar 1.180. Sehingga total kasus positif corona di Ibu Kota kini mencapai 149.018 kasus. Sehingga siapa pun yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan seperti membuat kerumunan akan berhadapan dengannya.

"Jadi saya harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap model seperti ini," tegas Fadil. "Enggak ada gigi mundur, ini harus kita selesaikan."

Terkait kasus kerumunan, belakangan yang menuai sorotan adalah yang ikut menyeret nama imam besar FPI Habib Rizieq Shihab. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh oleh Polda Metro Jaya pada Kamis (10/12).

Kendati demikian, keberadaan HRS masih menjadi misteri. FPI sendiri berkali-kali menegaskan tidak akan membocorkan keberadaan imam besar mereka ke media maupun kepolisian.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait