Dokter Ini Buktikan Cek Suhu di Tangan Tak Akurat, Masih Ragu 'Sodorkan' Dahi?
Reuters /Carlos Garcia
Health

Dokter Darrell Fernando mengunggah video edukatif di akun Twitter-nya yang menunjukkan selisih suhu cukup besar bila thermogun ditembakkan ke dahi dan punggung tangan.

WowKeren - Thermogun menjadi salah satu alat kesehatan yang sangat awam digunakan di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Bila hendak memasuki tempat umum wajib dicek dulu suhu badannya dengan menggunakan alat itu.

Berbeda dengan termometer biasa, thermogun dipakai dengan "ditembakkan" ke area tubuh tertentu dan teknologi infra merah pada alat itu akan memeriksa suhu yang bersangkutan. Biasanya thermogun ditembakkan ke dahi seseorang.

Namun situasi ini berubah karena timbul narasi bisa menyebabkan kanker otak, yakni thermogun jadi ditembakkan ke punggung tangan. Kebijakan inilah yang kemudian dikritik seorang ahli obgyn Dokter Darrell Fernando.

Lewat sebuah video edukatif yang diunggahnya di akun Twitter @darrelfernando pada Kamis (10/12) kemarin, sang dokter menunjukkan betapa tidak akuratnya pengecekan suhu jika thermogun ditembakkan ke punggung tangan. Tak main-main, ada selisih suhu hingga 1 derajat Celsius apabila thermogun ditembakkan ke dahi dan punggung tangan.

"Suka kesel makin banyak yang cek suhu di tangan. Ini saya buat eksperimen simple pada diri sendiri," tulis sang dokter, dilansir pada Jumat (11/12). "Ternyata kalau diukur suhu kepala 36,7 - tangan 35,7 - dan tangan setelah sanitizer 34!"

Darrell memang menembakkan sendiri thermogun ke area tubuhnya untuk menunjukkan ketidakakuratan pemeriksaan suhu tubuh. "Saya mau contohin ya, ini (menembakkan thermogun ke dahi), yang paling ideal kita mengukur di kepala. Ini, dilihat, kalau di kepala 36,7," ujar Darrell dalam videonya.


Twitter/darrellfernando

"Kita bandingin sama di tangan, 35,7," imbuh Darrell setelah menembakkan alat itu ke punggung tangannya. "Perbedaan suhunya sudah 1 derajat, antara kepala dan di tangan."

Darrell kemudian memakai hand sanitizer, mengasumsikan jika seseorang hendak memasuki sebuah tempat umum biasanya membersihkan kedua belah tangan terlebih dahulu. "Masuk ke suatu tempat, pakai hand sanitizer, ditembak suhunya, jadinya 34 derajat," ungkap Darrell.

"Jadinya ya ini nggak akurat. Percuma kalau pakai ini tetapi ditembakkannya di tangan," sambungnya. "Jadi harusnya di kepala."

Dokter Darrell juga menegaskan bahwa pemakaian thermogun tidak akan mempengaruhi kinerja saraf otak sebagaimana yang dikhawatirkan publik. Sebelumnya mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, juga sudah menegaskan hal serupa.

"(Thermo gun) tidak menggunakan sinar laser, tidak menggunakan sinar radioaktif semacam x-ray, hanya infra merah. Statement yang mengatakan merusak otak ini adalah statement yang salah," tegas Yuri di Jakarta, 20 Juli 2020.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait