Ada RS Sudah Buka Pre-Order Vaksin COVID-19, Wiku Adisasmito Buka Suara
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Vaksin COVID-19

Terkait izin penggunaan edar vaksin impor yang sudah tiba di Indonesia, hal itu kemungkinan baru akan keluar Januari 2021 mendatang sebab masih ada data yang belum lengkap.

WowKeren - Meski sejumlah dosis vaksin COVID-19 asal Sinovac, Tiongkok sudah tiba di Indonesia, namun masih belum bisa digunakan. Kendati demikian, rupanya sudah ada rumah sakit yang membuka pre order vaksin COVID-19 ini.

Salah satunya adalah Rumah Sakit UII (Universitas Islam Indonesia) di Kecamatan Pandak, Bantul. Direktur Utama Rumah Sakit UII Widodo Wirawan mengklaim jika antusiasme warga terhadap vaksin ini lumayan tinggi. Ia mengatakan sudah ada peminatnya.

Kendati demikian, vaksin ini sendiri masih belum mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization atau (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM). Selain itu, kisaran harga pasti vaksin juga belum ditentukan.

Wirawan pun membenarkan jika hingga kini belum ada biaya pasti vaksin tersebut. Meski sudah ada kisaran harga namun bisa saja angkanya berubah. Warga yang berminat untuk mendapatkan vaksin ini melalui jalur mandiri bisa mendaftarkan diri lewat kontak WhatsApp.


"Prosedurnya sesuai dengan yang ada di medsos kami. Jadi (pendaftaran) melalui WA," kata Wirawan, Jumat (11/12). "Nanti dari WA kan ada disuruh mengisi form, form registrasi sama kondisi terkini."

Namun yang jelas, untuk satu kali dosisnya harganya tidak akan sampai menyentuh 1 juta rupiah. "Biaya itu kisaran ya, jadi estimasi karena ini juga aslinya kita kan menunggu dari pemerintah ya. Itu kisaran Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu per dosis suntikan," ucapnya.

Juru bicara vaksin corona Prof Wiku Adisasmito pun menanggapi hal ini. Ia menegaskan jika sampai detik ini pemerintah masih belum mengeluarkan kebijakan mengenai hal tersebut. "Belum ada kebijakan pemerintah tentang hal tersebut," ujarnya dilansir Detik, Sabtu (12/12).

Terkait izin penggunaan edar vaksin impor yang sudah tiba di Indonesia, hal itu kemungkinan baru akan keluar Januari 2021 mendatang. Sebab menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito saat ini masih ada beberapa data uji vaksin corona yang belum lengkap.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts