Seorang warganet menyoroti kemiripan barang bukti senjata tajam yang ditunjukkan Polda Metro Jaya dengan di Polres Ngawi. Lantas adakah kaitan antara barang bukti tersebut?
- Elvariza Opita
- Sabtu, 12 Desember 2020 - 20:33 WIB
WowKeren - Polda Metro Jaya membeberkan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi bentrok aparatnya dengan laskar Front Pembela Islam (FPI). Salah satu yang ditunjukkan adalah samurai alias pedang panjang dengan gagang biru.
Namun kekinian barang bukti itu memicu kecurigaan publik karena disebut mirip dengan barang bukti yang ditunjukkan oleh Polres Ngawi. Salah seorang warganet yang menunjukkan kesamaan ini, dalam narasinya, menekankan bahwa samurai gagang biru di Polres Ngawi ditunjukkan ketika Kapolda Metro Jaya saat ini, Irjen Pol Fadil Imran, masih menjabat di Jawa Timur.
"Samurai bulan lalu dgn samurai minggu ini. Saat itu kapilda Jawa Timur dijavat Kapolda Metro Jaya yg sekarang," tulis warganet itu, dilansir dari Detik News, Sabtu (12/12).
Lantas adakah keterkaitan di antara kedua barang bukti yang sekilas mirip ini? Ditegaskan oleh Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, ada kesalahan informasi yang disampaikan sang warganet, termasuk perihal kapan pemaparan barang bukti di kepolisiannya.
Winaya menyatakan bahwa samurai gagang biru ditunjukkan pihaknya pada Senin (7/12) kemarin. "Betul kami mengamankan barang bukti senjata tajam berupa dua buah samurai dari pemabuk dan baru kita rilis Minggu lalu," jelas Winaya.
Winaya menyebut samurai yang ia tunjukkan diamankan dari seorang pemabuk pada 6 November 2020. Saat itu sang pelaku membuat keributan karena tersinggung dengan temannya dan berujung pengancaman menggunakan samurai.
Namun Winaya menegaskan bahwa samurai yang ia amankan berbeda dengan yang di Polda Metro Jaya. Pembedanya tentu saja karena samurai di Polda Metro Jaya diamankan dari laskar FPI pengawal Habib RIzieq Syihab.
"Kebetulan sama dengan di Jakarta," pungkas Winaya. Hal senada juga disampaikan oleh Polsek Paron tempat insiden pengancaman itu terjadi.
"Yang jelas kasus samurai itu tidak ada kaitannya dengan yang viral di Jakarta (bentrok laskar FPI dan Polda Metro Jaya). Murni pemabuk yang emosi di pemancingan," ujar Kapolsek Paron, Iptu Suyitno. "Tapi masih kita lakukan penyidikanlebih lanjut dan kita limpahkan ke Polres."
(wk/elva)