Jubir FPI Munarman membeberkan sederet kejanggalan yang ditemukan dalam hasil rekonstruksi penembakan laskar oleh polisi. Berikut keterangan Munarman selengkapnya.
- Elvariza Opita
- Senin, 14 Desember 2020 - 14:34 WIB
WowKeren - Polisi sudah menggelar rekonstruksi terbuka atas penembakan yang dialami laskar Front Pembela Islam (FPI) yang mengawal Habib Rizieq Syihab pada Senin (7/12) dini hari pekan lalu. Dan dari rekonstruksi itu terungkap beberapa fakta termasuk bahwa 2 laskar meninggal di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, sedangkan 4 lainnya ditembak karena melawan saat diamankan aparat.
FPI pun akhirnya memberikan tanggapan atas rekonstruksi ini. Juru Bicara FPI, Munarman, menilai ada banyak kejanggalan dalam hasil rekonstruksi itu, termasuk soal 4 laskar yang masih hidup saat dibekuk polisi.
"Berarti tidak terjadi tembak-menembak," kata Munarman di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/12). Munarman juga menyoroti polisi yang memasukkan 4 pelaku sekaligus ke dalam sebuah mobil yang cuma diisi oleh 2 penyidik. Di mobil ini pula keempatnya kemudian dieksekusi mati karena berusaha merebut senjata api yang dimiliki aparat.
Menurut Munarman, hal itu ganjil karena polisi sempat menyebut mereka memiliki senjata api dari dua anggota FPI lain yang sudah tewas tertembak. Sehingga keterangan dari pihak kepolisian dan hasil rekonstruksi, dalam perspektif Munarman, tak masuk akal.
"Ini makin aneh dan dihabisi empat-empatnya di dalam mobil," tutur Munarman, dilansir dari Tempo. "Ini makin jelas mereka dituduh pasal 170 KUHP (tentang melawan petugas)."
Perihal hasil rekonstruksi ini memang mendapat beragam reaksi, bahkan sempat beredar isu hanya rekayasa semata. Kendati demikian tudingan ini sudah dibantah, bahkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan hasil rekonstruksi menguatkan pernyataan bahwa laskar FPI aktif menyerang polisi terlebih dahulu.
"Saya bisa menyaksikan sendiri bahwa memang benar terjadi penyerangan. Yang aktif menyerang dari kelompok itu dari awal," jelas Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, di lokasi rekonstruksi kejadian, Senin dini hari. "Ini kiranya menjadi pemahaman kita bersama (tentang) apa yang sesungguhnya terjadi."
Di sisi lain, bukan cuma polisi yang menyelidiki perkara ini. Komnas HAM juga turun menghimpun keterangan saksi dan mengamati TKP. Hasil penyelidikan ini pun disebut berhasil memberi titik terang bagi Komnas HAM.
(wk/elva)