Endah Hefeni Triwijayanti memiliki metode tersendiri dalam membaca atau menganalisa suatu hal. Meski secara umum termasuk dalam numerologi, Endah menamainya Metode Angka Semesta.
- Neressa Prahastiwi
- Senin, 14 Desember 2020 - 14:42 WIB
WowKeren - Awkarin membenarkan bahwa jalinan cintanya dengan Sabian Tama telah berakhir. Hal itu diungkapkan Karin saat mengisi salah satu acara di kanal YouTube Kuy Entertainment. Dalam kesempatan tersebut, Karin juga "dibaca" seorang pakar numerologi bernama Endah Hefeni Triwijayanti.
Endah memiliki sebuah metode tersendiri yang dinamakan metode angka semesta. Secara umum, metode ini juga termasuk dalam numerologi yang digunakan untuk membaca atau menganalisa suatu hal dari angka. Menurut Endah, tanggal lahir Karin yakni 29 November 1997 memiliki kode jomplang.
"Karin ini punya kode yang jomplang. Jomplang berarti kan sangat-sangat enggak seimbang. Ketika orang punya tanggal lahir yang enggak seimbang seperti ini, berarti secara mental itu memang enggak bagus," jelas Endah. "Jadi kayak misalnya dia di sini ketawa, enggak beberapa menit dia pasti udah langsung tek (down)."
Selain kode jomplang, Karin juma memiliki kode sensitif. Karena dua kode tersebut ada dalam diri Karin, Endah menyebutnya sangat butuh bantuan. Bersamaan dengan pernyataannya, Endah juga membantah tudingan netizen yang sering menyebut Karin gimmick.
"Karin ini dia punya kode yang namanya sensitifnya tuh gila banget. Kode sensitif plus dia punya kode tanggal lahir jomplang, dia memang butuh bantuan banget," tegas Endah. "Jadi kalo misal orang di luar sana bilang gimmick dan sebagainya, aku ngerasa itu enggak. Karena ini bener-bener sesuatu yang serius yang harus diberesin."
Karin diceritakan selalu merasa terzalimi atas semua yang terjadi. Hal tersebut tak dibantah oleh Karin. Pun rekan-rekan Karin, yakni Erika, Keanu, dan Sarah yang ikut membenarkan ucapan Endah berikut ini.
"Karin itu selalu ngerasa dizalimi. Orang kalo udah merasa dizalimi, dikasih pendapat apapun mental. Dan rasa dizaliminya itu udah dari jaman kapan," beber Endah. "Dia udah ngerasain 'kok gue diginiin sih?' 'kok kenapa mesti gue sih?'. Jadi lebih ke arah 'kok gue terus yang diginiin ya?'."
Tak hanya membaca, Endah juga memberikan solusi untuk Karin dalam mengontrol emosinya. "Yang harus dilakukan adalah, oke dia giniin gue, 'Gue pernah berbuat salah enggak sama dia? Gue pernah enggak ngeluarin kata-kata yang negatif buat dia? Enggak ada'. Berarti itu over thingking-nya," pungkas Endah.
(wk/nere)