Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali tengah mengupayakan para atlet dan pelatih mendapatkan vaksinasi COVID-19 dari pemerintah. Hal ini dinilai penting sebagai persiapan untuk mengikuti berbagai kejuaraan.
- Nidya Putri
- Senin, 14 Desember 2020 - 14:48 WIB
WowKeren - Pemerintah hingga saat ini tengah menggodok skema untuk vaksinasi COVID-19. Sejumlah kelompok pun diupayakan untuk menjadi kelompok prioritas penerima vaksin tersebut.
Salah satunya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang mengupayakan para atlet dan pelatih mendapatkan vaksinasi COVID-19 dari pemerintah. Sebagai langkah awal Zainudin akan terlebih dulu membicarakan rencana itu dengan para stakeholder olahraga.
"Saya akan mengusulkan vaksinasi untuk para atlet dan pelatih," kata Zainudin. "Saya berharap dengan adanya vaksinasi kepada atlet dan pelatih, kegiatan olahraga yang sekarang masih terhenti bisa aktif kembali."
Selain untuk mengaktifkan kembali kegiatan olahraga nasional, vaksinasi COVID-19 kepada atlet dan pelatih juga dinilai penting, terutama bagi yang sedang mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Zainudin berharap usulan vaksinasi itu mendapat respons baik dari para stakeholder olahraga, khususnya para pimpinan induk organisasi cabang olahraga yang saat ini sedang bersiap menyambut agenda olahraga yang padat pada 2021.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto lantas memastikan bahwa tenaga kesehatan akan mendapat 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang telah didatangkan ke Tanah Air sejak Minggu (6/12) lalu. "Untuk vaksin kiriman pertama ini yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan," ungkap Terawan pada Senin (7/12).
Tak hanya itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor pun mengusulkan pada kepada pemerintah pusat agar para guru divaksinasi COVID-19 lebih dulu jelang berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) kembali di tahun 2021 mendatang.
(wk/nidy)