Ini Kata PSI DKI Usai Ditinggal Walk Out Massal Anggota DPRD Saat Paripurna
Nasional

Fraksi PSI ditinggalkan hanya dengan Pimpinan DPRD DKI Jakarta saat rapat paripurna Senin (14/12) kemarin. Pasalnya anggota lain walk out secara bersama-sama.

WowKeren - Sebuah kejadian cukup mencengangkan terjadi dalam pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Senin (14/12) siang kemarin. Ketika Fraksi PSI menyampaikan pandangannya, seorang anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Jamaluddin, melakukan aksi walk out yang kemudian diikuti oleh semua anggota yang hadir hingga menyisakan PSI dan pimpinan DPRD saja.

Terkait dengan aksi itu, Jamaludin yang menjadi pencetus aksi walk out mengaku tersinggung dengan pandangan PSI. "Saya sudah kecewa dengan sikap-sikap seperti itu, apalagi ada bahasa bahwa DPRD ini merampok uang rakyat. Saya tersinggung, saya ngerampok siapa yang saya rampok," ungkap Jamaludin, menanggapi pandangan PSI terhadap kenaikan anggaran Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) DKI 2021 yang sempat menjadi sorotan.

Perihal aksi walk out ini pun tentu mendapat tanggapan dari PSI langsung. Ketua DPW PSI Michael Victor Sianipar menganggap aksi walk out itu sebagai bentuk konsekuensi politik.

"Apa pun yang terjadi, kami akan terus menyuarakan kepentingan rakyat. Kami terus berkomitmen menjaga uang rakyat," ujar Victor, dilansir dari Detik News, Selasa (15/12). "Tentunya pilihan yang diambil kami kemarin akan membawa konsekuensi secara politik."


Victor pun menegaskan pihaknya tetap menghormati keputusan para anggota dewan untuk walk out dari sidang paripurna itu. Hanya saja ia juga mengingatkan supaya rekan-rekan di DPRD tetap fokus mempersiapkan diri dalam membahas beberapa perda besar terutama terkait Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ).

"Kami menghargai sikap dari rekan-rekan yang lain sebagai bentuk kritik terhadap kami," kata Victor. "Sekarang DKI sedang mempersiapkan diri untuk membahas revisi Perda Rencana Detail Tata Ruang yang penjadwalannya sangat singkat di akhir tahun."

"Menurut kami, isu ini yang paling penting sekarang. Ini Perda besar dan strategis. Kami harap rekan-rekan di DPRD dari semua partai bisa fokus membahas itu," imbuhnya.

Sebelumya Jamaludin dari Fraksi Golkar menjadi pencetus aksi walk out massal itu. "Kalau memang tidak terjadi apa yang sudah disepakati tidak diakui oleh partainya kalau memang tidak, saya tidak akan bersedia mendengarkan. Saya akan keluar," tegas Jamaludin saat interupsi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait