Hal ini berkaitan dengan keputusan pemerintah yang memangkas jatah libur akhir tahun. Alih-alih refund total masyarakat diminta mengatur ulang jadwal liburan mereka
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 15 Desember 2020 - 13:03 WIB
WowKeren - Momen liburan sebentar lagi tiba. Namun hal ini tak serta merta membuat pengusaha di sektor perhotelan bisa bernapas lega.
Hal ini berkaitan dengan keputusan pemerintah yang memangkas jatah libur akhir tahun. Oleh sebab itu, pengusaha hotel berharap agar tidak ada masyarakat yang melakukan refund atau pengembalian akibat batalnya libur akhir tahun.
Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan jika refund total bukan masalah yang mudah. Pasalnya, kesalahan bukan sepenuhnya terletak pada pihak hotel namun juga berkaitan dengan keputusan pemerintah tersebut.
"Yang jadi masalah pemerintah mendadak mengubah kebijakan cuti bersama dipotong. Ini nggak semua konsumen yang sudah booking mendapatkan kembali," kata dia dilansir CNBC Indonesia, Selasa (15/12). "Full refund agak rumit, nggak serta merta didapatkan karena kesalahan yang serta merta dari kita, tapi dari pemerintah sendiri, konteksnya sangat berbeda."
Pembatalan reservasi bukanlah hal yang sederhana sebab hal itu tak hanya berdampak pada hotel saja namun juga ekosistem yang terlibat di dalamnya. Alih-alih refund total ia meminta masyarakat mengatur ulang jadwal liburan mereka.
"Walau dari pariwisata terpuruk tapi dari demand side menggoda," ujarnya lagi. "Karena harga-harga yang diberikan pelaku usaha jauh sangat rendah walau momentum high season. "
Selain itu, saat ini pihak hotel memang memasang harga di bawah normal. Bahkan untuk hotel berbintang 5 Sekalipun. "Sekarang masyarakat dapat hotel bintang 5, harga bintang 3, harga pun akan sangat murah. Biasanya momentum high season naik karena supply lebih besar," jelasnya.
Lebih jauh, ia mengatakan jika akhir tahun menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk bertahan hidup lebih lama. Sebab pada umumnya momen high season ini sulit didapatkan saat awal tahun.
"Tiga bulan awal setiap tahun itu menjadi low season," kata dia. "Mengharapkan kegiatan pemerintahan pun cukup sulit karena pencairan anggaran biasanya di April."
(wk/zodi)