Geger Ketua Satgas COVID-19 Minta Hemat Tes Swab, IDI Angkat Bicara
Nasional

IDI ikut buka suara usai Doni Monardo meminta otoritas masing-masing provinsi menghemat pengadaan tes swab dan menyesuaikan dengan standar WHO, yakni seribu tes per 1 juta populasi.

WowKeren - Sebuah pernyataan dari Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo pada rapat koordinasi hari Minggu (13/12) kemarin menjadi sorotan. Sebab Doni meminta otoritas di masing-masing daerah untuk lebih menghemat pengadaan tes swab COVID-19 dan sebaiknya disesuaikan dengan standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun ikut angkat bicara soal pernyataan Doni tersebut. Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar (PB) IDI Zubairi Djoerban lantas balik mempertanyakan pernyataan Doni itu untuk kepentingan pemeriksaan umum atau pelacakan kontak COVID-19.

"Untuk mengomentari ini, saya belum tahu sebetulnya ini kebijakannya untuk yang mana?" ujar Zubairi, Selasa (15/12). "Kalau untuk sekadar check up general ya setuju saja (dihemat). Namun kalau untuk contact tracing ya justru perlu dites."

Karena itulah, Zubairi sangat menolak opsi penghematan tes swab apabila digunakan untuk pelacakan kontak. Pasalnya virus Corona bisa masuk ke tubuh manusia dengan atau tanpa menyebabkan gejala, sehingga tes sangat diperlukan untuk mengidentifikasinya.


"Untuk yang contact tracing, walaupun asimtomatik atau tanpa gejala ya perlu lah dites," jelas Zubairi, dilansir dari Kompas. "Kalau misalnya saya barusan ketemu dengan orang yang positif, meski saya tanpa gejala. Pertanyaannya apakah saya perlu diperiksa? Ya jawabannya perlu lah."

Lagipula, imbuh Zubairi, saat ini seluruh dunia juga sudah sepakat soal pentingnya memperbanyak tes COVID-19 termasuk contact tracing. Ia lantas mencontohkan Amerika Serikat yang sempat berubah-ubah kebijakan dalam melakukan tes, namun pada akhirnya kembali ke kesepakatan global untuk melakukan tes sebanyak mungkin dengan jangkauan seluas mungkin.

"Sekarang yang asimtomatik kalau terpapar ya harus dites contact tracing," tutur Zubairi. "Kan supaya kita tahu orangnya siapa dan nanti dikarantina agar tidak menular."

Untuk diketahui, sebelumnya Doni meminta agar Satgas dan otoritas kesehatan di masing-masing provinsi mempertimbangkan untuk menghemat pelaksanaan tes swab PCR. Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengaitkan permintaannya dengan beberapa provinsi yang tingkat tesnya sudah melampaui standar WHO.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait