PWNU Jatim meminta agar aturan mengenai perizinan kotak amal lebih diperjelas. Masyarakat juga diimbau agar lebih selektif dalam memasukkan uang ke kotak amal.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 17 Desember 2020 - 15:07 WIB
WowKeren - Polri mengungkap sistem pengumpulan dana oleh kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah melalui kotak amal. Sebelum diaudit dan diserahkan ke lembaga resmi, kelompok JI akan terlebih dahulu memotong uang yang terkumpul di kotak amal.
"Setiap penarikan atau pengumpulan uang Infaq dari kotak Amal (Bruto/jumlah kotor), sebelum dilaporkan atau audit sudah dipotong terlebih dahulu untuk alokasi Jamaah," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/12). "Sehingga Netto/jumlah bersih yang didapat lah yang dimasukkan ke dalam laporan audit keuangan."
Terkait hal ini, PWNU Jatim meminta agar aturan mengenai perizinan kotak amal lebih diperjelas. "Yang penting itu aturannya jelas jangan sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin berbuat jelek seperti teroris," kata Khatib Syuriah PWNU Jatim KH Safruddin Syarif dilansir Detik, Kamis (17/12).
Begitu juga dengan masyarakat, ia meminta agar masyarakat tak dilarang untuk memberikan sumbangan melalui kotak amal. Sebab pada dasarnya fungsi keberadaan kotak amal dimanfaatkan bagi panti-panti sosial yang memang membutuhkan. "Tapi jangan kemudian itu dilarang juga. Kotak amal itu kebutuhan ya bagi panti-panti sosial yang sungguh membutuhkan," tegas Safruddin.
Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memasukkan uang ke kotak amal. "Perlu juga dilihat kalau mau naruh uang kotak amal siapa. Jadi dia tahu itu kotak amal siapa," lanjutnya.
Sebelumnya, adanya fakta ini terungkap usai penangkapan salah satu aset berharga Jamaah Islamiyah (JI), Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. JI menyalahgunakan kotak amal di minimarket untuk menggalang dana bagi aksi teror. Lebih dari 20 ribu kotak amal Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) diduga menjadi sember pendanaan kelompok JI. Kotak amal ini tersebar di sejumlah wilayah Tanah Air.
(wk/zodi)