Mirisnya, tak hanya sensor pendeteksi yang hilang namun juga seperangkat alat lainnya yakni 1 set parabola, 1 unit regulator, 1 buah sensor dan 1 set sistem penangkal petir.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 Desember 2020 - 13:25 WIB
WowKeren - Keberadaan alat pendeteksi gempa bumi amat penting untuk mendukung upaya mitigasi bencana. Namun rupanya masih ada orang-orang di luar sana yang memiliki kesadaran rendah terhadap keselamatan bersama hingga tega mencuri alat penting ini.
Sensor pendeteksi gempa bumi milik Stasiun Geofisika Kelas III Kepahiang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu dilaporkan hilang dicuri. Alat sensor ini dipasang di gedung sensor Desa Taba Renah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Mirisnya, tak hanya sensor pendeteksi yang hilang namun juga seperangkat alat lainnya. Terdiri dari 1 set parabola, 1 unit regulator, 1 buah sensor dan 1 set sistem penangkal petir. Raibnya alat sensor ini membuat Stasiun Geofisika Kelas III, Kepahiang, BMKG Bengkulu mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 159 juta.
Kejadian pencurian ini diketahui pada Kamis (12/11). Waktu itu, salah satu petugas Stasiun Geofisika Kelas III Kepahiang, BMKG Bengkulu, hendak mengecat gedung sensor dalam rangka pemeliharaan. Namun ketika petugas hendak mengecek alat sensor rupanya alat tersebut sudah tidak ada di tempat.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kepahiang, BMKG Bengkulu, Litman. Akibat hilangnya alat pendeteksi ini, maka pihaknya tidak bisa mendapatkan rekaman dari sensor terdekat.
"Alat kita yang di Curup (Taba Renah) hilang, diduga dicuri," kata Litman, Kamis (17/12). "Sehingga kita tidak mendapatkan rekaman dari sensor terdekat dalam pendeteksi gempa. Kejadian ini sudah kita laporkan ke pihak berwajib."
Sementara itu, sejak Rabu (16/12), pukul 23.19 WIB hingga Kamis (17/12) pukul 14.07 WIB, Kabupaten Rejang Lebong, diguncang 13 kali gempa. Kekuatan gempa bervariasi mulai dari Magnitudo 2,8 hingga 4,2.
(wk/zodi)