Fenomena demo bisa berakibat pada psikologis investor. Kendati demikian, untuk dampak langsung pada dunia usaha, aksi 1812 dinilai tidak akan memberikan efek yang signifikan
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 Desember 2020 - 16:25 WIB
WowKeren - Pengusaha ikut buka suara mengenai aksi 1812 yang berlangsung hari ini. Menurut pengusaha, aksi tersebut berpotensi bisa memberikan dampak buruk bagi investor.
Sebab pada umumnya, investor akan melakukan pengamatan atau menyoroti terlebih dahulu mengenai gejolak yang tengah terjadi di internal suatu negara. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Aksi demo yang berkepanjangan tentu tidak akan membuat mereka nyaman.
"Ya tentu kalau di negara kita ini sering demo dan tentu juga itu akan menjadi sorotan bagi investor-investor yang ingin masuk," kata Sarman dilansir Detik, Jumat (18/12). "Karena mereka kan butuh sesuatu kenyamanan, butuh suatu kepastian."
Lebih jauh, fenomena demo atau aksi yang terjadi bisa berakibat pada psikologis para investor. "Ini dari sisi investor ini juga psikologisnya akan terganggu kalau nantinya ingin masuk tapi kalau sering kita demo ini juga akan mengganggu mereka," paparnya.
Kendati demikian, untuk dampak langsung pada dunia usaha, aksi 1812 dinilai tidak akan memberikan efek yang signifikan. Pasalnya, sekarang ini memang sedang dalam situasi pandemi. Namun andaikata aksi tersebut terjadi di waktu normal di luar pandemi, maka akan sangat terasa dampaknya.
"Karena masyarakat kita juga banyak berdiam di rumah sementara saat ini. Tapi kalau keadaan normal pasti akan mengganggu karena orang-orang akan takut ke mal, akan takut keluar rumah," ujarnya melanjutkan. "Tapi kalau saat ini kan memang bisa dikatakan bahwa tidak begitu mengganggu langsung kepada dunia usaha."
Namun demikian, bisa saja aksi tersebut berimbas pada dunia usaha. hal ini terjadi ketika aksi tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya yang berbuntut menyebabkan kasus positif virus corona meningkat.
Jika hal ini terjadi maka bukan tidak mungkin pemerintah setempat akan kembali menerapkan pembatasan secara ketat. Jika sudah begini, maka yang ikut terimbas adalah para pelaku usaha.
(wk/zodi)