Pernyataan Satgas COVID-19 berbeda dengan penjelasan vaksinolog Dirga Sakti Rambe yang menyebut penyintas bukan prioritas. Berikut penjelasan Satgas COVID-19 selengkapnya.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 19 Desember 2020 - 09:54 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe menyebut penyintas alias pasien sembuh COVID-19 tak menjadi prioritas penerima vaksin. "Karena sudah dianggap memiliki kekebalan. Vaksin COVID diberikan terutama ke orang yang belum pernah terkena," terang Dirga dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (16/12).
Namun Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memiliki pandangan yang berbeda. Sang Jubir, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan para penyintas tetap harus memproteksi diri dengan vaksin.
"Prinsip kehati-hatian, termasuk yang sudah terkena," terang Wiku dalam diskusi virtual bertajuk "Napas Panjang Penanganan COVID-19", Jumat (18/12). "Jangan merasa sudah punya antibodi maka sudah bebas dari COVID-19, tidak bisa seperti itu."
Lebih lanjut dijelaskan Wiku, orang-orang yang sudah sembuh dari suatu penyakit memang normalnya mengembangkan antibodi atau perlindungan terhadap penyakit tersebut. Namun yang wajib diingat, tingkat imunitas yang ditimbulkan berbeda, ada yang jangka waktu lama dan pendek.
"Khusus untuk COVID-19, kita belum tahu karena baru," terang Wiku, dilansir dari Tempo, Sabtu (19/12). Karena itulah jauh lebih baik apabila penyintas mendapat vaksin COVID-19 demi meminimalisir potensi kembali terinfeksi virus tersebut, apalagi karena peluang reinfeksi masih simpang-siur.
Namun tetap saja perlindungan terbaik timbul dari kedisiplinan penerapan protokol kesehatan. Diketahui protokol kesehatan yang dimaksud mencakup 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menjaga jarak aman. Sejauh ini protokol kesehatan merupakan "vaksin" terbaik untuk mencegah infeksi virus Corona.
Di sisi lain, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 masih menemui sejumlah pro dan kontra. Masyarakat yang menolak vaksinasi umumnya mengkhawatirkan efek samping dan keamanan dari vaksin tersebut.
Karena itulah, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan siap menjadi orang pertama yang divaksin demi melunturkan kekhawatiran masyarakat. Tak hanya itu, Jokowi pun memastikan proses vaksinasi tidak menyakitkan, yang dianalogikannya selayaknya gigitan semut.
(wk/elva)