Uji Klinis Vaksin Merah Putih Dikebut, Target Produksi Akhir 2021
Nasional

Ada tiga pengembangan bibit vaksin yang memiliki progres paling cepat yakni yang dilakukan oleh Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, serta Lembaga Eijkman

WowKeren - Selain mendatangkan dari luar negeri, upaya Indonesia untuk penyediaan vaksin juga dilakukan dari dalam. Meski saat ini sejumlah dosis vaksin COVID-19 asal negara lain sudah mulai didatangkan secara bertahap, namun RI juga mengembangkan vaksin sendiri.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro memastikan akan mempercepat uji klinis vaksin corona Merah Putih. Dengan begitu vaksin dalam negeri sudah bisa mulai diproduksi secara massal pada akhir 2021 mendatang. Meski demikian, ia memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam prosesnya.

"Kami sudah komunikasi dengan Bio Farma sudah komunikasi dengan BPOM kita akan melakukan upaya percepatan untuk uji klinis," kata Bambang dilansir Antara, Sabtu (19/12). "Tetap dengan memperhatikan semua protokol yang dibutuhkan."

Menristek sendiri telah mengeluarkan surat keputusan menteri, melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu institusi yang mengembangkan vaksin merah putih. Adapun pengembangan vaksin dilakukan dengan menggunakan platform protein rekombinan. "Kebetulan UGM menggunakan protein rekombinan," kata dia melanjutkan.


Lebih jauh, ia menyebut ada tiga pengembangan bibit vaksin yang memiliki progres paling cepat. Adapun ketiganya dikembangkan oleh Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, serta Lembaga Eijkman. Ketiganya diharapkan bisa segera menyerahkan bibit vaksin dalam waktu dekat.

"Nah perkiraannya ketiganya punya potensi menyerahkan bibit vaksin kepada Bio Farma di triwulan satu tahun depan," lanjutnya.

Upaya percepatan dilakukan dengan menggandeng BPOM dan Bio Farma. Jika semua berjalan lancar diperkirakan akhir tahun sudah bisa diberikan ke masyarakat. "Kami upayakan pelaksanaannya bisa lebih cepat, dan harapannya akhir tahun sudah bisa diproduksi dan diberikan kepada penerima vaksin," tuturnya.

Selain Unair, Eijkman, dan UI, lembaga lain yang juga turut mengembangkan vaksin merah Putih antara lain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran (Unpad).

Merah Putih diharapkan bisa menjadi solusi untuk kebutuhan vaksin jangka panjang. "Tentunya, ini kebutuhan yang sangat besar, mengingat populasi Indonesia mencapai 270 juta jiwa," paparnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait