Survei Ungkap 40 Persen Masyarakat RI Enggan Disuntik Vaksin Corona, Kebanyakan Karena Takut
Nasional

Survei Populi Center terkait rencana vaksinasi ini dilakukan pada 21 hingga 30 Oktober 2020 di 100 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi. Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka

WowKeren - Lembaga Populi Center mengungkapkan hasil survei mereka terkait rencana vaksinasi virus corona (COVID-19) oleh pemerintah Indonesia. Hasilnya, 60 persen masyarakat bersedia disuntik vaksin corona dari pemerintah, dan 40 persen menyatakan tidak bersedia.

Menurut Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan, kebanyakan responden yang menjawab tidak bersedia disuntik vaksin beralasan karena takut. "Masyarakat yang tidak bersedia diberi vaksin, mayoritas menjawab takut akan bahaya/risiko kesehatan dengan 46,5 persen," tutur Rafif melansir Tempo pada Sabtu (19/12).

Selain karena takut, ada 15,2 persen responden yang mengaku tidak percaya vaksin corona menyembuhkan. Kemudian sebanyak 13,3 persen responden enggan disuntik dengan alasan tak bisa memastikan apakah vaksin halal atau tidak. Sedangkan sisanya tidak memberi alasan.

Sebagai informasi, survei Populi Center ini dilakukan pada 21 hingga 30 Oktober 2020 di 100 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi. Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan margin of error sebesar 3,10 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


Di sisi lain, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa vaksin corona akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Jokowi bahkan memastikan bahwa dirinya siap menjadi penerima pertama vaksin COVID-19.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta publik untuk tidak lagi takut menjalani vaksinasi COVID-19. Sebab proses vaksinasi COVID-19 selayaknya imunisasi biasa yang awam dijalani masyarakat selama ini.

Sang Presiden menganalogikan vaksinasi nanti seperti digigit semut. Adapun analogi ini memang sering disampaikan kepada anak-anak menjelang imunisasi.

"Divaksin semua kayak anak kecil kalau pas vaksinasi itu lho. Kayak digigit semut lah," kata Jokowi dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (18/12). "Thik (cekit), gitu aja udah."

Selain itu, Jokowi juga telah menegaskan bahwa vaksin COVID-19 gratis ini tidak harus disertai dengan bukti kepesertaan aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dengan kata lain, masyarakat Indonesia yang tidak menjadi anggota BPJS Kesehatan tetap akan mendapat vaksin COVID-19 gratis.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait