Polda Metro Jaya telah mengamankan 455 orang terkait Aksi 1812 yang digelar pada Jumat (18/12) kemarin. Ratusan orang yang ditangkap itu disebut polisi sebagai anggota FPI.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 19 Desember 2020 - 19:34 WIB
WowKeren - Dua orang anggota kepolisian sempat tersabet senjata tajam jenis samurai kala membubarkan Aksi 1812 di DKI Jakarta pada Jumat (18/12) kemarin. Meski samurai yang digunakan telah diamankan Polda Metro Jaya hingga kini masih mengejar pelaku.
"Kita masih kejar, masih mencari pelakunya," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (19/12). "Masih kita lakukan pencarian, masih dilakukan penyelidikan."
Namun demikian, Yusri mengklaim pihaknya sudah menemukan foto di lapangan yang menjadi bukti aksi penyabetan tersebut. Yusri mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengetahui ciri-ciri pelaku dari foto tersebut.
"Sudah kita temukan orangnya dalam foto itu, pakai baju apa," tutur Yusri. "Dia juga pakai kopiah."
Di sisi lain, Koordinator Lapangan Aksi 1812, Rizal Kobar, telah menyatakan tak mau bertanggung jawab atas aksi penyabetan terhadap anggota kepolisian tersebut. Pasalnya, Rizal merasa pihaknya tidak pernah mengimbau massa untuk membawa senjata tajam. Selain itu, pihaknya juga sejak awal hanya akan menggelar aksi damai di Patung Kuda.
"Kalau itu saya tidak bertanggung jawab. Saya tidak mengimbau membawa senjata tajam," jelas Rizal. "Kami tidak tahu dan kami tidak menyuruh atau mengharuskan peserta aksi membawa sesuatu, apalagi senjata tajam. Karena itu haram bagi saya."
Sebagai informasi, Aksi 1812 digelar demi menuntut pembebasan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dan pengusutan kasus tewasnya enam laskar FPI hingga tuntas. Namun, aksi tersebut berujung ricuh usai polisi membubarkan massa sebelum demo dimulai.
Polda Metro Jaya mengamankan 455 orang terkait aksi tersebut. Ratusan orang yang ditangkap itu disebut polisi sebagai anggota FPI.
"455 itu di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Yusri. "Ini kelompok FPI semua ini, memang datang ke sana itu untuk melakukan demo 1812."
(wk/Bert)