Muncul Kabar 3 Anggota BIN Ditangkap Imbas Intai Pimpinan FPI Pakai Drone, Begini Faktanya
Nasional

Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto memberi klarifikasi soal isu 3 anggotanya ditangkap FPI karena memata-matai ormas tersebut menggunakan drone. Begini klarifikasi selengkapnya.

WowKeren - Sebuah informasi menyebut 3 anggota Badan Intelijen Nasional (BIN) ditangkap Front Pembela Islam (FPI) karena diduga memata-matai mereka menggunakan drone di Pesantren Habib Rizieq Syihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penangkapan ini disebut-sebut terjadi 3 hari sebelum penembakan enam laskar FPI pada Senin (7/12) silam.

Menanggapi pemberitaan yang beredar, Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto membantah soal kabar tersebut. "Itu semua adalah hoaks. Tidak ada nama anggota BIN sebagaimana dilansir tertangkap oleh FPI, mereka semua yang disebutkan oleh FPI jelas-jelas bukan anggota BIN, alias anggota BIN gadungan," ujar Wawan dalam keterangan tertulis, Minggu (20/12).

"Juga tidak ada operasi yang bernama operasi Delima di BIN," imbuhnya. "Untuk apa membuntuti pimpinan FPI, ketemu langsung saja bisa."

Perihal ketiga orang yang tertangkap dengan membawa kartu anggota itu, imbuh Wawan, dipastikan juga palsu. Pasalnya kartu keanggotaan BIN tidak seperti yang tampak di video itu. Ditambah pula oleh Wawan, anggota BIN gadungan semacam ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan banyak yang sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan.


"Apalagi membawa kartu identitas, hal ini tidak mungkin dilakukan dalam operasi intelijen. Apalagi disebut ada Deputi 22, tidak ada Deputi 22 itu di BIN," terang Wawan, dilansir dari Kompas, Senin (21/12).

BIN dipastikan tidak pernah mengeluarkan surat perintah (Sprint) tertulis dalam operasi apapun. Sehingga jika sampai ada oknum yang bisa menunjukkan berkas semacam itu, bisa dipastikan tidak benar.

"Jika ada orang yang mengaku dari BIN silakan dilaporkan kepada yang berwajib," tegas Wawan. "Biar jelas dan tuntas secara hukum dan tidak digoreng di panggung opini publik."

Di sisi lain kasus penembakan keenam laskar FPI itu masih terus diselidiki, bukan hanya dari pihak berwajib tetapi juga Komnas HAM. Kasus ini sontak menyita perhatian nasional karena keterangan yang diberikan polisi dan FPI berbeda 180 derajat.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait