Tim Riset Uji Klinis Sebut Efektivitas Vaksin Sinovac di Atas 90 Persen Berdasarkan Analisis Interim
Nasional

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung Prof Kusnandi Rusmil juga menjelaskan bahwa hasil analisis interim tersebut baru berdasarkan data 540 orang relawan saja.

WowKeren - Isu mengenai efektivitas vaksin virus corona (COVID-19) buatan Sinovac yang telah diimpor oleh pemerintah Indonesia sempat beredar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan diisukan telah menyebut vaksin bernama CoronaVac itu merupakan yang paling lemah di antara 10 vaksin COVID-19 yang sudah dites.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung Prof Kusnandi Rusmil lantas mengungkapkan progres terkini penelitiannya. Menurut Kusnandi, analisis interim menunjukkan bahwa efektivitas vaksin asal Tiongkok tersebut sejauh ini cukup bagus, bahkan melampaui 90 persen.

"Penelitian kan belum selesai, tapi dari interim analysis yang ada sudah cukup bagus kok sejauh ini di atas 90 persen," jelas Kusnandi dilansir Kumparan, Senin (21/12). "Tapi ini baru data 540 orang."

Meski demikian, Kusnandi meminta masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi terkait uji klinis vaksin corona Sinovac. Pasalnya, ada 1.607 relawan yang dalam tahap monitoring efficacy (khasiat).


"Enggak usah diomong-omong dan banggakan dulu, ini masih terus dilakukan," tutur Kusnandi. "Kalau isu (efektivitas Sinovac rendah) biarin ajalah, semua orang kan pengin ngomong."

Lebih lanjut, Kusnandi juga menyebut bahwa data keamanan dan mutu vaksin Sinovac juga baik. Tidak ada relawan yang merasakan efek samping berlebihan.

"Update terbaru keamanannya bagus, imunoginetasnya bagus, mutunya bagus," ungkap Kusnandi. "Yang masih dianalisis kan efficacy-nya, sementara data yang ada (540 orang) bagus."

Nantinya, data ini akan menjadi bahan pertimbangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menerbitkan izin penggunaag darurat vaksin Sinovac. Menurut Kusnandi, penelitian awal akan selesai pada akhir Desember 2020 ini. "Nanti Januari diserahkan ke BPOM," terang Kusnandi.

Meskipun analisis menunjukkan hasil vaksin yang baik, Kusnandi berpesan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan corona. "Kita memperbaiki diri sendiri kita tetap 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dan enggak ke mana-mana," pungkas Kusnandi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait