Adapun keberangkatan Risma ke Jakarta ini terjadi di tengah isu penunjukkan dirinya sebagai Menteri Sosial (Mensos) yang baru di kabinet pemerintahan Joko Widodo- Ma'ruf Amin.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 22 Desember 2020 - 12:07 WIB
WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut telah berangkat ke Jakarta sejak Senin (21/12) malam. "Agendanya ke Jakarta, semalam berangkatnya," ungkap Kasubag Liputan dan Pers Bagian Humas Pemkot Surabaya Indriatno dilansir CNN Indonesia pada Selasa (22/12).
Meski demikian, Indriatno mengaku tidak tahu Risma akan menghadiri agenda apa di Ibu Kota. "Saya kurang tahu juga, saya sendiri belum dapat informasi," jelas Indriatno.
Menurut Indriatno, Risma berangkat ke Jakarta bersama sejumlah pejabat Pemkot Surabaya. Namun ia tidak mengungkapkan nama pejabat-pejabat yang disebutnya pergi bersama Risma.
Adapun keberangkatan Risma ke Jakarta ini terjadi di tengah isu penunjukkan dirinya sebagai Menteri Sosial yang baru di kabinet pemerintahan Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Presiden Jokowi sendiri dikabarkan akan memperkenalkan calon Menteri yang baru pada Selasa hari ini.
Sebagai informasi, jabatan Mensos kosong usai Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Risma sendiri sempat buka suara atas isu penunjukkan dirinya sebagai Mensos tersebut.
"Kalau saya mendapat perintah dari Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri), 'Bu Risma kamu jalan', aku baru jalan. Tapi bukan aku yang minta," ujar Risma pada Rabu (16/12) pekan lalu. Kalau aku yang ingin aku takut itu, karena sekian juta warga tergantung pada bantuan tadi."
Wali Kota wanita pertama di Surabaya tersebut mengaku tidak berani memikirkan bahwa dirinya akan mengisi kursi Mensos yang kosong lantaran tugas berat yang harus diembannya. "Kenapa aku enggak berani sama sekali? Siapa pun yang memengaruhi aku, saya tidak berani berpikir (jabatan Mensos) itu, karena itu berat pasti tugasnya," jelas Risma.
Tugas berat yang dimaksud Risma adalah banyaknya warga Indonesia yang bergantung pada bantuan Kemensos. "Coba berapa orang di Indonesia ini sangat tergantung dari Mensos. Karena sekian orang menggantungkan, mulai bantuan, PKH, atau apa, kan pasti berat," pungkas Risma.
(wk/Bert)