Tak Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Ratusan Wisatawan Puncak Bogor Diminta Putar Balik
daihatsu.co.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hal yang tak terduga adalah rupanya rata-rata alasan mereka enggan melakukan tes lantaran takut. Mereka khawatir jika hasilnya justru tak sesuai harapan

WowKeren - Di momen libur Natal dan Tahun Baru sudah bukan rahasia lagi jika tempat wisata akan dipadati pengunjung. Meskipun Indonesia masih dalam suasana pandemi, hal itu sepertinya tak menyurutkan niat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan mereka dengan pergi ke tempat wisata.

Pemerintah pun telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan masyarakat membawa hasil rapid test antigen jika ingin berkunjung ke daerah tertentu. Di Jawa Barat misalkan. Masyarakat yang hendak berlibur ke Puncak Bogor akan dipastikan membawa surat hasil rapid test antigen.

Ratusan wisatawan rupanya harus balik kanan karena gagal memenuhi syarat ini. Pada Jumat (25/12), kawasan Bogor dipadati wisatawan karena libur Nataru. Adapun ratusan wisatawan tersebut diusir dari operasi disiplin protokol kesehatan (Prokes) yang dilaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor di persimpangan Gadog Ciawi.

Disampaikan oleh Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah, para pengendara mobil tidak mampu menunjukkan surat hasil rapid antigen. Sehingga mereka pun langsung diminta untuk memutar balik kendaraannya karena tidak bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Puncak.


"Pada operasi disiplin Prokes hari kedua yang dilakukan anggota gabungan, ada sekitar 200 kendaraan yang kita putar balikkan lagi," kata dia dilansir Suara. "Mereka yang mengendarainya dan juga penumpangnya tidak bisa menunjukkan surat hasil rapid test antigen."

Adapun hari ini adalah hari kedua operasi tersebut dilakukan. Operasi dilakukan oleh tim gabungan dari Polri, TNI, Dishub dan Satpol PP. Dibanding hari pertama, jumlah kendaraan yang diminta putar balik lebih banyak dua kali lipat.

"Hari ini memang ada peningkatan ya dibandingkan kemarin, yang pertama kemarin itu tercatat ada 80 kendaraan mobil yang kita putar balik lagi," lanjutnya. "Tapi hari ini ada sekitar 200 kendaraan yang diputar balik."

Hal yang tak terduga adalah rupanya rata-rata alasan mereka enggan melakukan tes lantaran takut. Mereka khawatir jika hasilnya justru tak sesuai harapan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts