Oknum perawat yang terlibat hubungan sesama jenis dengan pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet langsung dibebastugaskan usai aksi mereka menjadi viral di media sosial.
- Elvariza Opita
- Minggu, 27 Desember 2020 - 08:41 WIB
WowKeren - Indonesia sejak Sabtu (26/12) kemarin dibuat geger dengan postingan viral seorang pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet yang berhubungan seksual sesama jenis dengan seorang perawat di sana. Sejak postingan tersebut viral, pihak Wisma Atlet langsung melakukan penyelidikan.
Pihak Kodam Jaya yang menyelidiki kasus itu pun mengungkap bahwa kedua pelaku sudah mengakui aktivitas mesum yang mereka lakukan. "Hasil pemeriksaan awal mereka mengakui," ujar Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh Herwin BS, Sabtu (26/12).
Kodam Jaya pun langsung menyerahkan kasus asusila ini lebih lanjut ke Polres Jakarta Selatan. Sang nakes sudah diserahkan kepada pihak kepolisian karena hasil tes PCR-nya dikonfirmasi negatif, sedangkan sang pasien yang masih positif COVID-19 saat ini masih dalam perawatan.
"Untuk detailnya nanti proses penyidikan kami serahkan ke pihak kepolisian ya. Rencana akan dilimpahkan ke Polres Jakpus," ujar Herwin, dilansir dari Kumparan, Minggu (27/12). "Hasil tes PCR-nya negatif."
"Oknum nakes sudah diserahkan ke Polres Jakpus. Secara prosedural, yang bersangkutan sudah diisolasi," imbuh Herwin.
Dan atas keterlibatan sang nakes yang tidak disebutkan namanya itu, Herwin juga mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan sudah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai perawat. "Iya sudah secara otomatis oknum nakes tersebut dibebastugaskan dari tugasnya," tegas Herwin.
Tak hanya itu, skandal kasus asusila yang terjadi ini juga membuat pihak manajemen RSD Wisma Atlet jadi "menarget" para relawan medis. Dijelaskan Herwin, ke depannya pihak manajemen RSD Wisma Atlet akan memperbaiki pengawasan kepada penghuninya serta mengevaluasi proses rekrutmen relawan medis sebagai bentuk antisipasi.
"Ke depan, kami juga akan lebih meningkatkan standar prosedur operasional (SOP) RSD Wisma Atlet termasuk dalam pengawasan kegiatan dan di setiap Tower serta memonitor pelaksanaan pelayanan kesehatan," pungkas Herwin. "Kami juga akan mengevaluasi proses rekrutmen relawan medis sebagai bentuk antisipasi."
Kasus asusila ini pertama kali terungkap ketika tangkapan layar percakapan WhatsApp seorang pasien dengan perawat di RSD Wisma Atlet Kemayoran viral di media sosial. Dalam bukti-bukti digital itu terungkap kedua pelaku berjanji melakukan seks sesama jenis di toilet Wisma Atlet. Yang membuat publik geger juga lantaran sang pasien mengunggah foto sebuah alat pelindung diri (APD) yang disebutkan milik perawat dalam kondisi terlepas.
(wk/elva)