Polisi menyebut siswa pondok pesantren dengan peringkat terbaik direkrut secara profesional untuk dilatih menjadi pemimpin teroris Jamaah Islamiyah (JI) di masa depan.
- Elvariza Opita
- Minggu, 27 Desember 2020 - 16:18 WIB
WowKeren - Detasemen Khusus 88 Antiteror diketahui tetap bekerja keras meski masih pandemi COVID-19. Bahkan belum lama ini dilaporkan pasukan Densus 88 berhasil membongkar sasana atau pusat latihan untuk jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Desa Gintungan, Bendungan, Semarang, Jawa Tengah.
Dilansir dari Kumparan, tempat pelatihannya ternyata berupa vila dengan dua lantai. Vila itu pun dilaporkan terletak jauh dari pemukiman masyarakat.
"Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Sabtu (26/12). "Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI)."
Namun yang kemudian menyita perhatian adalah kader baru JI ini merupakan anak-anak muda cerdas dari beberapa pondok pesantren. Mereka menarget anak cerdas dengan peringkat 1-10 di masing-masing pondok pesantren untuk direkrut secara profesional demi dijadikan pemimpin JI di masa depan.
"Tiap angkatan 10-15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih," tutur Argo, dikutip pada Minggu (27/12). "Generasi muda ini dilatih bela diri penggunaan senjata tajam seperti samurai dan pedang."
"Termasuk juga menggunakan senjata api dan dilatih menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur," imbuh Argo. "Sampai ahli sergap (penyergapan) yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus."
Sebelumnya praktik perekrutan terhadap anak-anak muda cerdas seperti ini pernah disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dalam pernyataannya Mahfud MD menyebut anak-anak muda itu disiapkan untuk melakukan aksi terorisme terhadap VVIP.
"Berbagai macam model yang ini diselidiki Densus 88 berkaitan informasi ada beberapa pemuda yang direkrut ya. Kita masih dalami," kata Argo kala itu, Jumat (18/12).
Di sisi lain pandemi COVID-19 tampaknya tak mengendurkan aksi beberapa kelompok teroris. Seperti belum lama ini kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora melakukan aksi teror keji nan berdarah di Sigi, Sulawesi Tengah.
(wk/elva)