Kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi pada Senin (28/12) hari ini 'hanya' 5.854 setelah 2 pekan belakangan konsisten di kisaran 6-7 ribu. Apa penyebab di balik penurunan ini?
- Elvariza Opita
- Senin, 28 Desember 2020 - 17:07 WIB
WowKeren - Pemerintah kembali memberikan perkembangan terkini kasus positif COVID-19 di Indonesia. Dan pada Senin (28/12) hari ini jumlah kasus positif hariannya mengalami penurunan yakni 5.854 kasus sehingga total kumulatifnya 719.219.
Menilik angkanya jelas bukan jumlah kasus yang sedikit. Namun bila melihat perkembangan selama beberapa pekan belakangan, hari ini merupakan pertama kalinya sejak Senin (14/12) lalu angka kasus harian COVID-19 di Indonesia berada di kisaran lima ribuan orang.
Tentu menjadi pertanyaan besar, apa penyebab Indonesia mencatatkan jumlah kasus positif yang lebih sedikit ketimbang hari-hari sebelumnya? Sebab selama 2 pekan belakangan angka kasus harian selalu konsisten di atas 6 ribu, bahkan sempat menyentuh kisaran 7 ribu kasus.
Bila merujuk pada infografis yang dirilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19, angka kasus positif ini berkorelasi dengan jumlah spesimen yang diperiksa dalam sehari. Total hari ini Indonesia memeriksa hingga 34.796 spesimen yang diperoleh dari 26.630 orang.
Sedangkan bila melihat angka spesimen yang berhasil diperiksa pada Minggu (27/12) kemarin misalnya, mencapai 41.963 yang berasal dari 29.425 orang. Jumlah kasus positif yang dicatatkan pada hari itu mencapai 6.528.
Atau pada Sabtu (26/12) jumlah spesimen yang diperiksa 44.581 yang berasal dari 31.232 orang. Angka kasus positif yang dikonfirmasi pada hari tersebut adalah 6.740 orang.
Pada awal November 2020 kemarin, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyoroti jumlah testing yang selalu menurun setiap akhir pekan. Hal ini kemudian memicu dilakukannya evaluasi terhadap operasional laboratorium testing COVID-19.
Di sisi lain, jumlah kasus sembuh yang dilaporkan hari ini adalah 6.302 dengan total kumulatif mencapai 589.978. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan penyumbang terbesar mencapai 1.700 pasien sembuh.
Sementara jumlah kasus meninggalnya adalah 215 dengan total kumulatif sebanyak 21.452. Jawa Tengah adalah provinsi dengan jumlah kasus meninggal harian terbanyak, yakni 84.
(wk/elva)