Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, mengungkapkan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat dan mengetahui soal video parodi tersebut pada Minggu (27/12).
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Desember 2020 - 16:18 WIB
WowKeren - Video parodi lagu kebangsaan "Indonesia Raya" kini tengah diusut oleh pihak berwajib. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan meminta Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk mengusut kasus tersebut.
"Kita sudah ada komunikasi dengan Kemenlu dan memang phak PDRM akan melakukan investigasi," ungkap Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, dilansir Viva pada Senin (28/12). "Ini kalau melihat video-nya juga sudah di-take down atau diturunkan. Itu kalau dari sisi channel-nya. Tapi mungkin masih ada karena beredar di media."
Menurut Yoshi, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat dan mengetahui soal video parodi tersebut pada Minggu (27/12). KBRI Kuala Lumpur langsung bertindak cepat menanggapi laporan tersebut.
"Segera setelah kita ketahui, kita trace ke belakang ada beberapa channel tetapi kalau masuk ke sana wilayah PDRM setempat," jelas Yoshi. "Jadi kita ikuti koridor yang berlaku."
Salah satu langkah yang langsung dilakukan KBRI usai mengetahui video tersebut adalah berkoordinasi dengan Kemenlu dan PDRM untuk meredam situasi yang berpotensi tak kondusif. KBRI sendiri mempercayakan investigas video ini kepada pihak Malaysia.
"Begitu video naik kami langsung koordinasi dengan PDRM dan Kemenlu di sini. Dari situ kemudian keluar pernyataan dari Kedutaan Malaysia. Itu hasil koordinasi kami dengan pihak Kemenlu guna meredam situasi yang kita lihat kini karena ramai di media dan banyak komentar," papar Yoshi. "Kita lihat. Prosesnya yang mengalir saja. Kita percayakan kepada pihak Malaysia. Kita percayakan kepada pihak PDRM Malaysia untuk investigasi masalah ini. Jadi biarkan bergulir seperti itu. Kita akan terus pantau."
Lebih lanjut, Yoshi juga mengimbau agar masyarakat sama-sama menahan diri. Pasalnya, kasus video parodi lagu kebangsaan ini merupakan masalah sensitif yang melibatkan kedua negara.
"Faktanya memang ada. Kalau mencederai ya memang tetapi kita mesti lihat lagi. Tindakan yang dilakukan ini kan sensitif tentunya, provokatif," pungkas Yoshi. "Yang bisa mempengaruhi hubungan people to people dan Indonesia - Malaysia yang sudah baik. Jadi jangan terpancing. Yang jelas kita percayakan kepada hukum. Respons mereka juga cepat. Kita apresiasi."
(wk/Bert)