GeNose Bisa Tes Sampai 100 Ribu Sampel, Ketua Satgas COVID-19 Desak Segera Dipasarkan
BKKP Kemenristek/Brian AP
Nasional

Ketua Satgas Doni Monardo mendesak alat deteksi COVID-19 lewat embusan napas yang dikembangkan UGM, GeNose, bisa segera diedarkan demi menanggulangi pandemi.

WowKeren - Universitas Gadjah Mada membuat terobosan alat tes COVID-19 dengan hanya menggunakan embusan napas pasien. Alat bertajuk GeNose ini pun diklaim sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan akan segera didistribusikan dalam waktu dekat.

Kelebihannya tak hanya terletak pada sampel pemeriksaan yang tergolong sangat mudah, tetapi juga karena efektivitas tesnya. Disebutkan GeNose mampu memeriksa sampai 100 ribu kali sebelum perlu dikalibrasi ulang dan bisa dipakai lagi.

"Dari informasi Dokter Gian waktu itu diberitahukan bisa 100 ribu kali testing dengan alat yang sama," tutur Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers, Senin (28/12). "Dan alatnya itu bukan berarti habis 100 ribu tapi harus, istilahnya, disetel ulang ya atau sedikit diperbaiki supaya bisa dipakai lagi untuk kesempatan yang berikutnya."

Keberadaan alat deteksi yang diklaim akurat serta cepat ini pun ditanggapi positif oleh Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo. Doni bahkan mendorong agar GeNose dan alat deteksi buatan Universitas Padjajaran, CePAD, bisa segera didistribusikan.


"Dan alhamdulillah UGM mendapatkan izin edar dari Kemenkes untuk GeNose. Jangan lama-lama kalau bisa segera dipasarkan apakah lewat BNPB atau UGM langsung atau akan kerja sama dengan pihak ketiga UGM dengan swasta," kata Doni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, dikutip dari Kumparan.

"Dan Satgas mewakili pemerintah," imbuh Doni. "Siap mendukung seluruh produksi baik CePAD Unpad maupun GeNose UGM."

Sebelumnya Menristek Bambang sudah beberapa kali menyampaikan kelebihan dari GeNose. Termasuk di antaranya soal biaya yang terbilang murah jika dibandingkan dengan tes COVID-19 lainnya, sehingga diharapkan mampu mempermudah dan mempercepat upaya penanganan pandemi virus Corona.

Karena itulah, sedianya GeNose akan ditempatkan di titik-titik strategis demi mempermudah upaya testing dan tracing. Bambang sendiri berharap temuan GeNose ini bisa mendorong inovator Indonesia lain menemukan alat deteksi COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait