Pemprov Jatim Sulap Kontainer Jadi Laboratorium COVID-19, Bisa Tes 5 Ribu Spesimen Sehari
Nasional

Mantan Mendag Enggartiasto Lukita bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau peresmian Intibios Lab yang mampu mengetes 5.100 spesimen tes usab dengan PCR di Sidoarjo, Senin (28/12).

WowKeren - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan persiapan pembukaan laboratorium Intibios untuk penanganan testing dan tracing COVID-19 di Jalan Letjen Wahono, Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/12). Intibios Lab adalah laboratorium pengetesan spesimen COVID-19 yang merupakan kolaborasi sejumlah pengusaha yang diinisiasi oleh mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Kunci dari penanganan COVID-19 adalah bagaimana kita meningkatkan sinergi, kolaborasi," kata Khofifah. Tak hanya itu, laboratorium Intibios juga memiliki kelebihan untuk mempersingkat waktu penyediaan dan memenuhi standar biosafety level (BSL) 2 plus dengan negative room sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Ada kebutuhan screening melalui laboratorium. Nah, yang disiapkan di sini ada BSL-2 plus yang bisa digunakan untuk melakukan percepatan swab dari PCR," jelas Khofifah.

"Kita bisa membayangkan kalau keterbatasan lab PCR, bisa saja hari ini di-swab hasilnya beberapa hari berikutnya," sambungnya. "Itu yang dulu terjadi di April-Mei."


Sementara itu, Enggartiasto Lukita mengatakan dibangunnya Intibios Lab demi menjawab minimnya kapasitas pengetesan COVID-19 di Indonesia. Dalam sehari, lab ini diklaim mampu mengetes 5.100 spesimen tes usab dengan PCR.

“Saya merasa saya punya akses, saya punya kawan banyak, kalau saya berdiam diri saja, rasanya kok berdosa. Kami konsultasi, yang dibutuhkan tracing dan testing,” katanya.

Lebih lanjut, Enggar mengatakan jika situasi COVID-19 di Jatim perlu penanganan cepat. Soal pemilihan di Sidoarjo, menurutnya karena daerah ini yang paling siap dan membutuhkan. “Ini dalam sehari sudah bisa menguji 5.100 spesimen. Dan itu masih jauh dari kebutuhan. Tahun depan, kami berharap, bisa semaksimal mungkin hadir,” ungkapnya.

Intibios Lab adalah hasil kolaborasi pengusaha yang tidak sepenuhnya bisnis. Meski demikian, Intibios Lab tidak boleh merugi. “Ini memang bukan pure bisnis. Tapi tidak bisa kami merugi. Karena kalau kami merugi, ini tidak sustainable. Begitu dapat margin kita tutup lagi, kita beli (alat tes) lagi. Terus seperti itu,” tuturnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait