Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau agar warga yang tetap pergi berlibur selama liburan akhir tahun, wajib melakukan isolasi mandiri selama 5-10 hari sebelum kembali bekerja.
- Nidya Putri
- Selasa, 29 Desember 2020 - 09:43 WIB
WowKeren - Momen libur akhir tahun dimanfaatkan sebagian warga RI untuk tetap pergi ke luar kota untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Pandemi COVID-19 pun rupanya tak menyurutkan sebagian warga untuk pergi berlibur.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun menaruh perhatian khusus bagi masyarakat yang tetap pergi berlibur di kala pandemi. Demi mencegah penularan COVID-19, masyarakat diminta isolasi mandiri sebelum kembali bekerja.
Pesan tersebut disampaikan Menkes Budi saat meninjau kesiapan fasilitas kesehatan di RS Fatmawati Jakarta Selatan. "Saya harap kalau disiplin pulang liburan jangan langsung bergerak ke mana-mana, kalau bisa 5 hari dulu diam di rumah atau 10 hari sampai terbukti sehat lalu kerja kembali. Itu akan sangat membantu teman-teman tenaga medis di RS," katanaya, Senin (28/12).
Ia mengaku sangat prihatin dengan banyaknya tenaga medis yang gugur padahal tenaga medis sejatinya adalah garda terdepan dalam menghadapi pandemi. "Jadi, tolong kita hormati mereka, kita memastikan begitu sampai pulang liburan stay dulu di rumah," ujarnya.
Menkes Budi juga tak lupa mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan jika ingin tetap liburan. "Kita titip pesan buat teman-teman yang sedang liburan karena memang biasa kembali meningkat kena COVID-19 tolong protokol dijaga dengan benar terutama pakai masker, selalu cuci tangan dan jaga jarak," tuturnya.
Budi juga meminta agar pihaknya selalu berkoordinasi dengan kepala daerah. Hal itu bertujuan agar semua RS dipastikan melayani pasien corona. "Semua RS layani pasien merupakan tanggung jawab Kemenkes, untuk itu kami selalu jaga komunikasi dengan pemimpin daerah, Kadinkes, Gubernur, agar koordinasi bagus," pungkasnya.
Sebelumnya, Satgas COVID-19 telah mengajak masyarakat menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru 2020 harus nyaman tanpa bepergian demi mencegah penyebaran virus corona. "Kita akan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru yang akan berpotensi peningkatan kasus COVID-19. Kegiatan liburan ini bisa menimbulkan potensi klaster keluarga," kata Doni, Senin (7/12). "Kami mengajak liburan kali ini adalah liburan aman juga harus nyaman tanpa jalan-jalan bepergian."
(wk/nidy)