Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta agar Pemprov Jawa Barat mengaktifkan kembali posko COVID-19 di seluruh Kabupaten/Kota jelang pergantian tahun 2020/2021.
- Nidya Putri
- Selasa, 29 Desember 2020 - 14:44 WIB
WowKeren - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta kepada pemangku kebijakan di daerah khususunya Provinsi Jawa Barat untuk dapat mengaktifkan kembali posko COVID-19 di seluruh Kabupaten/Kota. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif COVID-19 pada malam pergantian tahun baru 2021.
"Menjelang tahun baru, mungkin diaktifkan kembali posko-posko di seluruh kabupaten/kota," pinta Doni saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Taufik Hidayat dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung, Senin (28/12).
Menurut Doni, posko tersebut nantinya dapat diisi oleh sejumlah petugas gabungan seperti dari unsur TNI, Polri, BIN, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya. Dengan adanya posko tersebut, ia berharap agar kemudian apabila terdapat informasi dari masyarakat terkait adanya pelanggaran protokol kesehatan 3M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak menghindari kerumunan, maka langsung dapat ditindak dan ditangani secara cepat.
Tak hanya itu, Doni juga mengatakan bahwa fungsi lain dari pada posko tersebut juga untuk melayani masyarakat dalam keadaan darurat kesehatan. "Setiap posko isinya ada TNI/Polri kemudian unsur BIN, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan sebagainya," ujarnya. "Sehingga ketika ada informasi dari masyarakat itu segera bisa melakukan upaya untuk melakukan penertiban."
Diketahui sebelumnya, posko penanganan COVID-19 di daerah mulai ditinggalkan dan tidak aktif lagi. Menurut Doni, hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti tingkat kelelahan para petugas maupun faktor kebutuhan dukungan logistik dan yang lainnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar hal itu kemudian dapat menjadi catatan pemerintah daerah dan segenap unsur terkait untuk dicarikan solusinya. "Ada kecenderungan setelah Gugus Tugas beralih ke Satgas, poskonya sudah mulai kosong. Mungkin karena kelelahan juga dukungan logistik. Jadi mungkin ini menjadi catatan untuk Pangdam dan Kapolda untuk mengaktifkan kembali posko-posko," jelasnya.
Sementara itu, perkembangan kasus aktif COVID-19 di Jawa Barat hingga Senin (28/12) kemarin tercatat adanya pertambahan 03 kasus sehingga total menjadi 79.993. Dengan total kesembuhan berjumlah 67.195 dan yang meninggal menjadi 1.157.
(wk/nidy)