Indonesia tidak menganggap enteng varian mutasi baru virus corona yang berasal dari Inggris. Namun meski berbahaya, Satgas meyakini vaksin COVID-19 sanggup menangkalnya.
- Ruth Meliana
- Rabu, 30 Desember 2020 - 10:53 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia rupanya tidak ingin kembali kecolongan masuknya mutasi baru virus corona yang berasal dari Inggris. Hal ini ditegaskan dengan kebijakan larangan masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) mulai 1 Januari 2021 mendatang.
Mutasi virus corona baru yang ditemukan dari Inggris itu disebut-sebut lebih mematikan dan lebih cepat menular. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkap mutasi baru corona itu dapat ditangkal dengan vaksin.
Menurutnya, vaksin COVID-19 efektif dalam menangkal beragam mutasi baru virus corona, salah satunya dari Inggris. Pasalnya, vaksin mampu menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok sehingga laju pengendalian virus dapat lebih terkendali.
”Vaksin yang dikembangkan sekarang masih dinilai efektif untuk bisa digunakan dalam rangka mencapai herd immunity,” kata Wiku dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (29/12).
Lebih lanjut Wiku menjelaskan jika setiap virus bisa bermutasi ribuan kali. Oleh karena itu, mutasi baru virus corona seperti yang dari Inggris ini dianggapnya hal yang lumrah.
Kendati demikian, Wiku tetap memastikan pemerintah selalu mengikuti perkembangan penelitian terkait mutasi virus corona dari Inggris itu. Ia menjelaskan virus hanya dapat bermutasi jika terjadi penularan.
Maka, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Diantaranya adalah selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan air sabun ataupun handsanitizer.
”Tapi kita harus selalu melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan bukti-bukti baru,” kata Wiku. “Kebetulan mutasinya kemampuan penularan menjadi meningkat 70 persen.”
Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 IDI Zubairi Djoerban juga setuju dengan pernyataan Wiku. Ia menyebut sejauh ini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa mutasi virus corona dari Inggris mempengaruhi efektivitas vaksin. “Hampir pasti vaksin tetap efektif, ini belum 100 persen yakin, sebab harus dibuktikan penelitian,” pungkasnya.
(wk/lian)