Anggarkan Rp 110 Triliun Untuk Bansos 2021, Jokowi: Jangan Ada yang Digunakan Beli Rokok
Twitter/KemensetnegRI
Nasional

Bantuan tunai yang diluncurkan Jokowi pada hari ini akan ditujukan bagi masyarakat penerima program keluarga harapan (PKH), program sembako, serta bantuan sosial tunai (BST).

WowKeren - Presiden Joko Widodo meluncurkan penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai se-Indonesia untuk tahun 2021. Menurut Jokowi, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 110 triliun untuk bansos yang akan tersebar di 34 provinsi tersebut.

"Tahun 2021 ini penyaluran bantuan sosial akan terus kita lanjutkan, dan di dalam APBN 2021 telah kita siapkan anggaran sebesar Rp 110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote, dalam rangka membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi COVID-19," tutur Jokowi dalam acara peluncuran yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (4/1). "Artinya bantuan ini kita mulai hari ini disalurkan kepada 34 provinsi."

Bantuan tunai yang diluncurkan Jokowi pada hari ini akan ditujukan bagi masyarakat penerima program keluarga harapan (PKH), program sembako, serta bansos tunai (BST). "Hari ini di awal 2021, saya meluncurkan langsung bantuan tunai se-Indonesia pada masyarakat penerima untuk program keluarga harapan, program sembako dan bantuan sosial tunai," jelas Jokowi.

Jokowi lantas menjelaskan bahwa bantuan tunai di tahun 2021 akan diberikan dalam beberapa tahapan. "Yang PKH ini dalam empat tahap melalui Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara)," jelas Jokowi.


Kemudian bantuan sembako akan disalurkan dari bulan Januari sampai Desember 2021, senilai Rp 200 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan. Sedangkan bansos tunai akan diberikan selama empat bulan dari Januari hingga April 2021 senilai Rp 300 ribu per KK per bulan.

"Kita harapkan bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak pandemi COVID," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Kemudian kita harapkan juga bisa jadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional kita. Memperkuat daya beli masyarakat."

Lebih lanjut, Jokowi berpesan kepada para penerima untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan tepat. "Kalau yang untuk beli sembako ya untuk beli sembako, jangan ada yang digunakan untuk beli rokok. Hati-hati ini, yang bapak-bapak terutama," tegas Jokowi

Selain itu, Jokowi juga menekankan bahwa nilai bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini harus utuh hingga sampai ke tangan warga. Jokowi menegaskan bahwa bantuan pemerintah tersebut tidak boleh mengalami potongan.

"Supaya ini diingatkan kepada penerima dan tetangga-tetangga yang tidak datang, hari ini diberitahu tidak ada potongan-potongan," pungkas Jokowi. "Karena ini dikirimkan langsung kepada penerima. Baik lewat bank-bank miliki pemerintah maupun lewat kantor pos."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait