Temuan seaglider di Selayar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu, rupanya turut disoroti oleh sejumlah media asing seperti The Guardian. Mereka menyebutkan jika seaglider tersebut mirip dengan milik Tiongkok.
- Nidya Putri
- Selasa, 05 Januari 2021 - 12:39 WIB
WowKeren - Media asing turut menyoroti temuan seaglider di Selayar, Sulawesi Selatan. Menurut mereka, benda tersebut dinilai mirip dengan milik Tiongkok.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (5/1), analisis viral di media sosial dari akun @Jatosint juga turut mengakui kemiripan tersebut. Seaglider itu dikembangkan oleh institut Shenyang untuk otomasi di Akademi Sains Tiongkok.
"Pengamat militer mengatakan drone itu nampak seperti Sayap Laut China (atau Haiyi) UUV," tulis wartawan Helen Davidson di The Guardian. "Analis pertahanan mengatakan benda itu nampak seperti drone selam yang dikenal sebagai Sayap Laut China (atau Haiyi) UUV," tulis wartawan Shweta Sharma di Independent.
Media Independent mengutip ahli peperangan kapal selam bernama HI Sutton, yang menyampaikan bahwa Haiyi dari Tiongkok itu sudah tiga kali ditemukan di Indonesia. Haiyi digunakan Tiongkok untuk operasi rahasia. "Desain secara keseluruhan sama dengan kapal luncur yang digerakkan dengan baling-baling," tulis HI Sutton.
Pada unggahannya, @Jatosint menyertakan gambar seaglider dari Selayar itu dan membandingkannya dengan Kendaraan Bawah Air Tak Berawak (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) dari Tiongkok bernama Sayap Laut China (Sea Wing) atau Haiyi. Tenaga penggerak seaglider ini berupa alat seperti balon yang bisa mengembang dan mengempis diisi oli bertekanan. Seaglider mengumpulkan data kondisi laut sembari mengembara, menyelam di kedalaman.
Data yang dikumpulkan termasuk suhu, kekeruhan, salintas (kadar garam), klorofil, dan level oksigen. Data yang dikumpulkan bisa berguna untuk perancang kelautan, khususnya untuk mendukung operasi kapal selam. Semakin angkatan laut tahu kondisi perairan, semakin baik pula dia bisa menyembunyikan kapal selam.
"Amerika Serikat (AS), Prancis, dan negara-negara lain juga mengoperasikan glider semacam ini. Namun, karakteristik dari tipe Tiongkok yang tidak ada di glide-glide lain yang sejenis, terlihat ada. Moncongnya punya jendela sensor yang melingkar dengan satu yang di tengah lebih besar ketimbang dua yang lain," tulis HI Sutton di Naval News. "Sayapnya punya mekanisme lipat dan antenanya memanjang langsung dari tengah kerucut ekor. Penstabil vertikal, seperti sirip, terlihat ada di sebaliknya."
Selayar, lokasi penemuan benda itu, disebut berada di antara Laut Tiongkok Selatan dan Samudera Hindia. Disinyalir, rute ini penting saat masa perang. Data intelijen yang dikumpulkan via drone bawah laut itu bisa berguna untuk angkatan laut Tiongkok bila kapal selamnya hendak lewat rute itu.
(wk/nidy)