Gubernur Kalsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, Masih Berpotensi Hujan Lebat Sampai Minggu
Twitter/gtwusiapa
Nasional
Banjir Kalsel

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menetapkan status tanggap darurat menyusul banjir besar yang terjadi. Di sisi lain, BMKG meramalkan hujan lebat masih terjadi sampai Minggu (17/1).

WowKeren - Indonesia tengah berduka. Bukan hanya perkara gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang terjadi di Majene Sulawesi Barat, tetapi juga banjir besar yang menerjang Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pun kemudian mengeluarkan instruksi terbaru menanggapi bencana alam yang terjadi. Sahbirin meningkatkan status banjir tersebut dari "Siaga Darurat" ke tingkat "Tanggap Darurat".

"Dengan ini menetapkan dan meningkatkan Status Siaga Darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang," tulis Sahbirin dalam edaran tertanggal 14 Januari 2021 itu. "Menjadi Status Tanggap Darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021."

Pasalnya dalam peristiwa ini, terdapat setidaknya 13 kabupaten/kota dengan risiko tinggi terhadap bencana-bencana yang disebutkan tersebut. Ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap terganggunya aktivitas ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat.


Memang bila merujuk pada prakiraan cuaca yang dibuat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat masih akan berlangsung sampai Minggu (17/1) mendatang. Bahkan prakiraan cuaca hari ini saja menunjukkan hujan lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang hingga sore hari akan terjadi di hampir semua wilayah Kalsel, termasuk yang saat ini sangat terdampak banjir seperti Tanah Laut dan Banjarbaru.

Parahnya banjir yang terjadi memang dikeluhkan oleh banyak pihak. Termasuk di antaranya para warga Kalsel yang juga kerap menyuarakan hal serupa di lini masa media sosial.

"KALSEL REALLY NEED ATTENTION! Sejak 3 hari yg lalu Kalimantan Selatan diguyur hujan hampir 24 jam yg mengakibatkan banjir terparah selama 25 tahun saya tinggal disini," ungkap seorang warganet Twitter.

"Kami sangat butuh bantuan dari luar. Akses jalan menuju daerah terparah sudah terputus karna jembatan hancur diterjang banjir. Please, Kalsel really need attention," imbuhnya, kemudian menunjukkan akses jalanan yang sampai terputus akibat terjangan banjir. "Beberapa sudah membuat posko pengungsian, tapi karna akses jalan terbatas bantuan jadi terhambat."

Perihal banjir yang terjadi pun disebut-sebut sebagai buntut dari perluasan area deforestasi di Kalimantan. "Bencana semacam ini terjadi akibat akumulasi dari bukaan lahan tersebut. Fakta ini dapat dilihat dari beban izin konsesi hingga 50 persen dikuasai tambang dan sawit," ujar Manager Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, M Jefri Raharja.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts