Korban Gempa Majene Dirikan Tenda Darurat Sendiri, Minta Bantuan Datang Lebih Cepat
Getty Images/Firdaus
Nasional
Gempa Majene Sulbar

Warga Kecamatan Malunda, Mejene, Sulawesi Barat, meminta pemerintah pemerintah pusat serta pemprov sekitar untuk segera mengirimkan bantuan. Pasalnya, bantuan yang datang baru mencakup 20 persen korban.

WowKeren - Sejumlah warga Majene, Sulawesi Barat, membangun tenda darurat sendiri di wilayah perbukitan setelah gempa magnitudo 6,2 mengguncang pada Jumat (15/1) dini hari. Mereka meminta agar pemerintah pusat serta pemprov sekitar untuk segera mengirimkan bantuan.

Salah satu satu penduduk Kecamatan Malunda, Mejene, yang bernama Bustan Basir Maras mengatakan bahwa para warga mendirikan tenda secara mandiri setelah ada imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan gempa susulan dan potensi tsunami. Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Majene itu mengatakan bahwa para warga itu sangat membutuhkan bantuan logistik.

Menurutnya, saat ini bantuan baru menyentuh 20 persen pengungsi. Ia juga berharap pemerintah pusat bergerak cepat mengirimkan bantuan, baik berupa personel maupun kebutuhan logistik yang dibutuhkan warga terdampak.

Lebih lanjut, Bustan mengatakan jika bahan makanan mulai habis. Warga juga membutuhkan selimut, tenda darurat, dan obat-obatan. "Bahan makanan, terutama logistik. Ya apa pun lah. Ini masyarakat sangat membutuhkan," katanya dilansir CNNIndonesia, Sabtu (16/1).


Tak hanya itu, masih banyak korban yang tertimpa bangunan roboh, terutama di desa. Keadaan ini diperparah dengan adanya hujan dan angin kecang yang melanda sejak Kamis (14/1) lalu.

Berdasarkan informasi Bustan, titik utama gempa berada di kecamatan Malunda, wilayah paling utara Kabupaten Majene dan Kecamatan Tapalang, wilayah paling selatan Kabupaten Mamuju. Korban luka di dua kecamatan tersebut sangat memprihatinkan karena termasuk daerah pelosok. "Desa sekali, sehingga di sana hanya ada Pustu (puskesmas pembantu) dan Puskesmas jadi sangat kewalahan," ungkapnya.

Tak hanya pemerintah pusat, Bustan juga berharap provinsi tetangga terlibat dalam penanganan bencana ini. Pasalnya, birokrasi di Sulawesi Barat terbilang kecil lantaran masih menjadi wilayah baru.

Ia meminta pemerintah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur yang berdekatan dengan provinsi Sulawesi Barat segera mengulurkan bantuan. "Enggak mungkin bisa menjangkau persebaran warga yang sudah berpencar nggak karu-karuan di mana mana ini," pintanya.

Sementara itu, gempa dengan magnitudo 5,0 kembali mengguncang Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu (16/1) pagi. Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, 20 kilometer timur laut Majene dan terjadi sekitar pukul 06.32 WIB. Gempa tersebut dilaporkan terjadi di kedalaman 10 kilometer dan dinyatakan tak berpotensi tsunami.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts