Gempa 6,2 M di Majene, Sejumlah Warga Terjebak Bangunan Roboh
Nasional
Gempa Majene Sulbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 3 orang tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 M di Majene, Sulawesi Barat. Selain itu ada korban luka-luka dan yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

WowKeren - Wilayah Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), diguncang gempa pada Jumat (15/1) dini hari, sekitar pukul 02.30 WITA. Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut turut terasa di Mamuju, Makassar hingga Palu.

Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak berat. Termasuk bangunan kantor Gubernur Sulbar dan rumah sakit.

Menurut video yang beredar di media sosial, terdapat enam orang tertimbun bangunan umah Sakit Mitra, Majene. Mereka terdiri dari perawat, pasien dan keluarga pasien. "Kondisi RS Mitra, enam orang katanya masih terjebak di dalam. Dua orang perawat, dua orang pasien dan satu keluarga pasien," kata warga sekitar.

Sedangkan di Jalan KS Tubun 3, ada empat orang yang tertimbun bangunan roboh. "Jalan KS Tubun 3. Ada yang terhimpit kakinya kasian sudah empat orang keliatan tapi susah diangkut," terang warga tersebut.


Salah satu dari korban yang tertimbun di Jalan Tubun tersebut merupakan anak-anak. Angel, nama anak tersebut, terjebak bersama saudara-saudaranya. Para warga cukup kesulitan mengevakuasi karena keterbatasan alat berat.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati melaporkan sebanyak 3 orang tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 M tersebut. Sedangkan puluhan korban luka-luka dan ribuan warga tengah mengungsi.

"Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24," ujar Raditya, Jumat (15/1). "Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman."

BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB). Mereka juga sempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts