Perlu Dikaji Lebih Lanjut, 28 Laporan Soal Efek Samping Vaksin Sinovac Diterima Komnas KIPI
Nasional
Vaksin COVID-19

Komnas KIPI mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima 28 laporan terkait efek samping dari vaksin Sinovac. Simak penjelasan lengkapnya dalam berita di bawah ini.

WowKeren - Pemberian vaksin Sinovac telah dimulai pada Rabu (13/1) lalu dengan Presiden Joko Widodo sebagai penerima pertama. Sejumlah efek samping disebut-sebut telah dirasakan oleh penerimanya, termasuk yang dilaporkan oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

Hindra Irawan selaku Ketua KIPI menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima 28 laporan efek samping akibat vaksin Sinovac. Laporan yang diterima hingga Selasa (19/1) tersebut kini tengah dievaluasi dan dikaji lebih lanjut.

"Sedang kami rekap. Sampai dengan kemarin ada 28 laporan KIPI, kesimpulannya akan kami informasikan kembali," kata Hindra seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Menurut Hindra, laporan yang diterima masih dalam kategori ringan alias tidak berbahaya. "Laporan yang masuknya pegal, nyeri di tempat suntikan, kemerahan, lemas, demam, mual, perubahan nafsu makan," ujarnya dalam diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 di YouTube pada Rabu (20/1).


"Jadi semua menunjukkan gejala yang sebagian besar tidak perlu pengobatan. Ada yang diberi obat, ada yang diobservasi. Namun, alhamdulilah mereka semua berakhir dengan happy ending, jadi sehat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hindra menjelaskan bahwa reaksi tersebut sangat umum terjadi setelah tubuh mendapatkan vaksin yang notabene merupakan "benda asing". "Jadi reaksi tubuh terhadap benda asing tentunya berbeda-beda pada setiap orang, ada yang ringan, ada yang sedang, ada yang berat," paparnya.

Dia menambahkan, "Yang disampaikan gejala-gejala yang sudah dilaporkan oleh jurnal-jurnal dari penelitian tempat lain dan di Bandung. Jadi semua bersifat ringan dan semua sehat dan tidak ada yang memerlukan perhatian khusus hingga saat ini."

Senada dengan pernyataan Hindra, Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito juga mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan efek samping yang serius dari vaksin buatan Tiongkok tersebut. "Sampai saat ini belum ada laporan terkait efek samping vaksin COVID-19 yang membahayakan. Hanya efek samping lokal seperti kemerahan pada bekas suntikan dan sistemik seperti pusing. Efek yang tidak membahayakan dan bersifat sementara," ujarnya beberapa waktu lalu.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts