Selain Sinovac, Kenali Efek Samping Vaksin-Vaksin Corona Yang Sudah Dipesan RI
Health
Vaksin COVID-19

Efek samping vaksin Sinovac telah dilaporkan. Selain Sinovac, Indonesia masih menunggu kedatangan beberapa jenis vaksin COVID-19 lainnya. Kenali efek samping vaksin yang masih dinantikan.

WowKeren - Indonesia telah memulai vaksinasi COVID-19 sejak Rabu (13/1) lalu. Sejauh ini, program vaksinasi virus corona di Indonesia baru dilakukan dengan vaksin asal perusahaan Tiongkok, Sinovac.

Vaksin Sinovac sendiri telah mengadakan uji klinis fase III di Bandung sejak 2020 lalu. Kini, vaksin tersebut akhirnya bisa diberikan ke sebagian masyarat prioritas penerima vaksin setelah mendapatkan izin darurat penggunaan atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sinovac

Berbagai Sumber

Selain Sinovac, Indonesia juga menantikan kedatangan berbagai jenis vaksin hasil kerja sama dengan dunia. Diantaranya vaksin Pfizer, vaksin AstraZeneca-Oxford, dan vaksin Moderna.

Sejumlah efek samping yang akan dialami setelah disuntik vaksin Sinovac sendiri telah ramai dibahas beberapa waktu lalu. Jangan hanya fokus dengan Sinovac, patut disimak dan kenali efek samping apa saja yang telah dilaporkan sejumlah vaksin pesanan Indonesia.

Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer

Berbagai Sumber

Vaksin Pfizer berasal dari perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) yang juga menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jerman, BioNTech SE. Dalam uji klinisnya, Pfizer mengklaim vaksin buatan mereka ampuh mencegah virus corona hingga 90 persen tanpa adanya efek samping yang berbahaya.

Dilansir dari Channel News Asia, Pfizer dan BioNtech merupakan perusahaan farmasi pertama yang merilis mengenai data hasil penelitian vaksin terhadap 94 sukarelawan. Hasil penelitian vaksin tersebut terlihat menjanjikan dalam menangkal COVID-19.

Sejumlah negara seperti Inggris dan Amerika Serikat sudah mulai menjalani vaksinasi dengan menggunakan Pfizer. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sendiri telah melaporkan adanya efek samping yang ditemukan setelah vaksinasi, mulai dari reaksi ringan hingga sedang.

-Efek samping lokal:

  1. Rasa sakit di bagian suntikan
  2. Pembengkakan
  3. Kemerahan

-Efek samping sistemik


  1. Demam
  2. Kelelahan
  3. Sakit kepala

FDA melaporkan pasca vaksinasi COVID-19 dimulai, beberapa orang mengalami reaksi berat yaitu anafilaksis. Dilaporkan juga selama 14-23 Desember 2020, ada 21 kasus anafilaksis, atau reaksi alergi parah, yang ditemukan.

Vaksin AstraZeneca-Oxford

Vaksin AstraZeneca-Oxford

Berbagai Sumber

Pemerintah Indonesia telah menjalin kerjasama dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca untuk penyediaan vaksin AZD1222. Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan bersama dengan Oxford University.

Kerjasama keduanya telah tertuang dalam Letter of Intent dengan tujuan untuk menyetujui Perjanjian Pembelian Awal (Advance Purchase Agreement) sebelum akhir Oktober. Sejumlah efek samping dari vaksin AstraZeneca-Oxford ini sendiri juga sudah resmi dipaparkan oleh GOV UK berdasarkan uji klinis yang meliputi reaksi ringan hingga sedang.

- Efek samping lokal:

  1. Nyeri
  2. Gatal
  3. Bengkak atau memar di tempat suntikan

-Efek samping sistemik:

  1. Kelelahan
  2. Menggigil atau demam
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri sendi
  5. Pusing
  6. Nafsu makan menurun
  7. Sakit perut
  8. Keringat berlebihan
  9. Kulit gatal atau ruam
  10. Peradangan sistem saraf

Vaksin Moderna

Vaksin Moderna

Berbagai Sumber

Vaksin Moderna dikembangkan oleh perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS. Dalam uji klinis tahap tiga, Moderna menemukan bahwa vaksin COVID-19 buatannya 94,1 persen efektif melawan virus corona.

Moderna juga melaporkan vaksin tersebut memiliki tingkat keberhasilan hingga 100 persen dalam mencegah kasus-kasus parah. Dilansir dari FDA, efek samping yang dilaporkan pada uji klinis vaksin Moderna meliputi reaksi serius hingga sedang.

- Efek samping lokal:

  1. Nyeri di tempat suntikan
  2. Pembengkakan di lengan suntikan

- Efek samping sistemik:

  1. Kelelahan
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot
  4. Menggigil
  5. Nyeri sendi
  6. Mual dan muntah
  7. Demam
(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts