Vaksinasi Massal Corona Untuk Masyarakat Bakal Digelar Februari, Ini Pesan DPR RI
Nasional
Vaksin COVID-19

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad buka suara terkait wacana pemerintah yang akan melaksanakan vaksinasi massal COVID-19 untuk masyarakat umum pada bulan Februari mendatang.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mendapatkan suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 pada Rabu (27/1) hari ini. Proses penyuntikan itu sendiri disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Usai disuntik, Jokowi mengungkapkan periode vaksinasi untuk masyarakat umum. "Sesuai yang saya sampaikan awal, pertama memang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, dokter, perawat. Ini prioritas," kata Jokowi, Rabu (27/1). "Kemudian nanti berikutnya TNI-Polri dan pelayan publik serta masyarakat. Nanti berbarengan, saya kira di bulan Februari, pertengahan bisa masuk ke sana (masyarakat)."

Pernyataan tersebut rupanya lebih cepat dari jadwal vaksinasi bagi masyarakat umum yang direncanakan pada bulan April. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan rencana vaksinasi bagi masyarakat pada pertengahan Februari untuk menyakinkan bahwa vaksin corona yang digunakan aman.

Menurutnya, Jokowi ingin menunjukkan tak ada efek samping yang dialami setelah disuntik vaksin corona dua kali. Jokowi mendapatkan suntikan pertama vaksin corona pada 13 Januari. Lalu, suntikan dosis kedua sudah diterima tadi pagi.


"Kenapa Febuari, saya pikir pemimpin-pemimpin kita juga mau meyakinkan kepada masyarakat bahwa antara jeda waktu penyuntikan pada 13 Januari sampai Februari itu rakyat bisa melihat apakah pemimpin-pemimpin yang disuntik ini apakah ada efek atau tidak terhadap vaksin," kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Rabu (27/1).

Dasco pun meminta agar pemerintah menyusun langkah antisipasi agar tak terjadi potensi kerumunan saat proses vaksinasi bagi masyarakat dimulai. Selain itu, pemerataan program vaksinasi juga harus diperhatikan.

"Oleh karena itu, ditambah penjadwalan masyarakat bulan Februari, kami minta kepada pemerintah untuk melakukan antisipasi supaya dalam penyuntikan tersebut tetap dijaga protokol kesehatan jangan sampai ada penumpukan," ujarnya. "Kemudian dari sisi pemerataan penyuntikan vaksin juga perlu diperhatikan."

Lebih lanjut, Ketua Harian DPP Gerindra itu mengapresiasi langkah Jokowi dan sejumlah pejabat lainnya yang bersedia menerima vaksin corona lebih dulu sebagai contoh ke masyarakat. "Menurut saya apa yang sudah dilakukan pemimpin-pemimpin negara kita ini sudah memberikan contoh kepada masyarakat, vaksin itu dilakukan dengan niatan untuk mengantisipasi supaya wabah corona tidak lebih jauh meningkat dengan cepat di Indonesia," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts