Pemerintah buka suara menanggapi riset Bloomberg yang menyebutkan jika Indonesia diprediksi membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa menuntaskan program vaksinasi COVID-19.
- Nidya Putri
- Senin, 08 Februari 2021 - 08:27 WIB
WowKeren - Baru-baru ini sebuah riset yang dilakukan oleh Bloomberg menyebutkan jika Indonesia diprediksi membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa menuntaskan program vaksinasi virus corona (COVID-19) pada 75 persen populasi penduduk.
Alasan mengapa Indonesia perlu waktu lebih dari 10 tahun dikarenakan hingga kini baru tersedia 60.433 dosis vaksin. Sementara jumlah kasus infeksi mencapai 1,13 juta dengan jumlah kematian mencapai 31,2 ribu orang.
Proyeksi masa vaksinasi di Indonesia sama dengan India dan Rusia. India juga diramal perlu waktu 10 tahun lebih untuk menuntaskan vaksin karena jumlah vaksin yang tersedia hingga saat ini baru mencapai 299 ribu dosis. Padahal, jumlah kasus telah mencapai 10,8 juta dengan angka kematian mencapai 154,8 kasus.
Dikutip dari The Strait Times, ketiga negara mencatatkan proyeksi masa vaksinasi yang lebih lama dari rata-rata dunia. Proyeksi vaksinasi global rata-rata membutuhkan waktu tujuh tahun karena jumlah vaksinasi mencapai 4,54 juta dosis di seluruh penjuru dunia pada saat ini.
Menurut riset tersebut, vaksinasi akan lebih cepat di negara-negara maju, misalnya seperti negara-negara di belahan barat yang memiliki anggaran dana lebih besar, namun dengan populasi yang lebih sedikit. Hal ini berbeda dengan negara-negara timur yang anggarannya cenderung lebih terbatas dengan jumlah populasi besar.
Menanggapi riset tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19 Nadia Tarmizi masih meyakini vaksinasi yang dilakukan pemerintah bisa selesai dalam waktu 12 bulan. Paling lama, vaksinasi selesai pada Maret 2022. "Kita akan selesai dalam waktu 12 bulan," ujarnya, Minggu (7/2).
Target 1 tahun vaksinasi COVID-19 ini sendiri sejak awal telah dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo. Ia menargetkan agar vaksinasi COVID-19 di RI bisa tuntas sebelum akhir tahun ini.
"Kita ingin mempercepat proses vaksinasi," kata Jokowi dalam sebuah video yang diunggah YoutTube Sekretariat Presiden beberapa waktu lalu. Menurutnya, target ambisius tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
Jokowi lantas meminta agar kapasitas vaksinasi COVID-19 ditingkatkan. Dengan besarnya sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia, Jokowi berharap dalam sehari ada 1 juta orang yang telah mendapatkan vaksin COVID-19.
"Kita harapkan memang targetnya karena kita memiliki 30.000 vaksinator yang ada di kurang lebih 10.000 Puskesmas kita, maupun 3.000 rumah sakit kita, kita harapkan sebetulnya sehari paling tidak bisa 900 ribu - 1 juta yang bisa divaksin," tuturnya.
(wk/nidy)