Dugaan Penyiksaan, Kematian Tahanan di Polresta Balikpapan Bikin 6 Polisi Dicopot
Nasional

Sebanyak 6 anggota Polresta Balikpapan dicopot dari jabatannya karena diduga terlibat dalam tewasnya Herman yang merupakan salah satu tahanan. Hingga kini, keenamnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

WowKeren - Kematian seorang tahanan bernama Herman membuat sebanyak enam anggota Polresta Balikpapan dicopot dari jabatannya. Pencopotan tersebut dikarenakan adanya dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap tahanan.

Hingga saat ini, keenam polisi tersebut masih diperiksa oleh Propam Polda Kalimantan Timur (Kaltim). "Perlu kami sampaikan, bahwa 6 orang terduga pelanggar ini telah dicopot dari jabatannya dan sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Kaltim. Ini bukti bahwa Polri dalam hal ini benar-benar tegas menyikapi kasus ini," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana melalui keterangan tertulis, Senin (8/2).

Adapun enam orang terduga pelanggar itu berinisial AGS, RH, TKA, ASR, RSS, dan GSR. Propam Polda Kaltim telah melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik profesi yang telah diatur dalam peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011. "Ancaman terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh keenam terduga ialah pemberhentian tidak dengan hormat," tegasnya.

Ade menegaskan jika Polda Kaltim tidak akan mentoleransi pelanggaran disiplin atau pelanggaran kode etik maupun pelanggaran hukum lainnya yang dilakukan anggota Polri. Bidang Propam Polda Kaltim sendiri telah memeriksa 7 saksi yang di antaranya termasuk anggota Polresta Balikpapan, pihak rumah sakit, dan pihak keluarga korban. Ade juga mengucapkan turut belasungkawa kepada keluarga Herman atas kejadian ini.


Perlu diketahui, Herman yang merupakan tahanan Polresta Balikpapan, meninggal dengan kondisi mengenaskan dimana terdapat luka di sekujur tubuhnya setelah ditangkap. Keluarga Herman yang tak terima pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

LBH Samarinda menyebut peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam, ketika Herman, yang disebut sedang berada di rumah, kemudian didatangi orang tidak dikenal. Herman disebut dibawa pergi oleh orang tak dikenal itu dalam posisi bertelanjang dada alias tidak memakai baju dan mengenakan celana pendek berwarna hitam.

LBH Samarinda menduga jika orang tak dikenal tersebut adalah anggota Polresta Balikpapan. Keesokan harinya, keluarga disebut mendapat kabar dari Polresta Balikpapan bahwa Herman telah tewas. Polisi disebut mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan.

LBH menyebut jenazah Herman kemudian dibawa pulang pihak keluarga, namun keluarga kaget setelah melihat jenazah Herman yang penuh luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya. Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim. Namun, hingga saat ini keluarga Herman disebut belum mendapatkan laporan lebih lanjut.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait