Sehubungan dengan perayaan Hari Pers Nasional yang jatuh pada Selasa (9/2) hari ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berpesan agar awak media bisa memberi kritik keras pada pemerintah.
- Eva Lestari
- Selasa, 09 Februari 2021 - 15:12 WIB
WowKeren - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjelaskan bahwa pemerintah memerlukan kritik membangun dari media. Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh pers sama seperti jamu.
Pramono memaparkan bahwa kebebasan pers layaknya tiang utama demokrasi yang wajib dijaga. Ia menyebut pengawasan yang dilakukan oleh pers dapat membuat Indonesia lebih maju. Hal ini ia sampaikan untuk memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh pada Selasa (9/2) hari ini.
"Sebagai negara demokrasi, kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung. Bagi pemerintah kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga. Dan bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran, masukan, itu seperti jamu, menguatkan pemerintah," tutur Pramono melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI pada Selasa (9/2).
"Kita memerlukan kritik yang terbuka. Kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar," imbuhnya.
"Sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999, kebebasan pers harus dijaga bersama. Karena kita meyakini dengan adanya fungsi kontrol ini, maka pemerintah dan juga masyarakat dalam kehidupannya mengisi ruang-ruang demokrasi," jelasnya.
Terakhir, Pramono berpesan agat pers selalu melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Politikus PDIP ini juga meminta awak media untuk menjaga integritasnya.
"Pers yang kuat, pers yang terdidik, pers yang berintegritas, adalah syarat mutlak menjadikan bangsa ini bangsa pemenang, bangsa petarung, bangsa yang menjadi bangsa besar," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga sempat meminta masyarakat untuk lebih aktif dalam mengkritik kinerja pemerintah. Di samping itu, presiden berharap pemerintah bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang. Untuk mewujudkannya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berharap seluruh pihak turut ambil bagian.
(wk/eval)