Pontianak Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai Pekan Depan, Ini Rinciannya
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Kota Pontianak akan menyelenggarakan sekolah tatap muka mulai Senin (22/2). Dalam tahap awal, kebijakan ini akan diikuti oleh 6 Sekolah Dasar (SD) dan 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

WowKeren - Kota Pontianak berencana untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka mulai pekan depan, tapatnya sejak Senin (22/2). Pada tahap awal, pembelajaran tersebut hanya akan digelar di 6 Sekolah Dasar (SD) dan 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

"Artinya, setiap kecamatan ada satu sekolah percontohan pembelajaran tatap muka. Sekolah-sekolah yang ditunjuk sudah siap untuk pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Edi seperti dilansir dari Kumparan pada Jumat (19/2).

Sebenarnya Pemkot berharap semua sekolah di Pontianak melakukan pembalajaran tatap muka. Namun karena tidak semuanya siap, akhirnya hanya ada 12 sekolah yang menerapkan sistem ini di tahap awal.

"Kita inginnya semua sekolah menerapkan tatap muka. Tetapi kendalanya ada sekolah yang sudah siap dan ada yang belum siap terkait penerapan protokol kesehatan," imbuhnya.

Edi kemudian menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan kebijakan ini secara bertahap. Ia juga berharap akan ada lebih banyak sekolah yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka agar para siswa bisa belajar seperti sedia kala.


Untuk mengantisipasi penularan virus Corona di lingkungan pendidikan, Edi memastikan bahwa setiap sekolah akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Misalnya dengan membatasi jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas.

"Kita juga mengantisipasi agar pembelajaran tatap muka yang akan dimulai nantinya tidak membuat kasus positif COVID-19 melonjak kembali. Untuk jumlah siswa, separuh dari jumlah siswa di kelas. Secara bertahap kita terus akan melakukan evaluasi," ungkap Edi.

Selain Edi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Syahdan Lazis juga turut membahas kebijakan ini. Ia berharap tahap awal pembelajaran tatap muka di wilayahnya bisa berjalan dengan lancar agar bisa diperluas dalam waktu dekat.

"Jadi secara total ada 12 sekolah. Untuk SMP khusus bagi kelas 9 dan SD kelas 6. Bahkan Satgas Disdikbud telah menilai layak atau tidak protokol kesehatan di sekolah tersebut," ujar Syahdan.

Syahdan juga memaparkan bahwa rencana ini disambut baik oleh sekitar 80 persen wali murid. Kendati demikian, pihak sekolah akan tetap membuat surat pernyataan persetujuan untuk ditandatangai oleh orangtua siswa. Di samping itu, pihaknya juga akan mempersiapkan sarana maupun prasarana untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts