Moeldoko Merasa Ditekan Soal Tudingan Kudeta Demokrat, Tegas Ancam Balik Begini
Instagram/dr_moeldoko
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Moeldoko mengaku tidak lagi mengikuti perkembangan tudingan kudeta Partai Demokrat yang diarahkan kepadanya. Sebab SBY baru-baru ini tegas menyebut namanya.

WowKeren - Perihal kudeta atas kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kembali mencuat ke permukaan. Pasalnya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono secara terang-terangan menyebutkan nama Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko terkait isu kudeta tersebut.

Terkait dengan tudingan SBY tersebut, Moeldoko pun akhirnya buka suara. Namun mantan Panglima TNI itu enggan memberi banyak komentar. "Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai. Kan saya enggak ngikutin ya," kata Moeldoko, Kamis (25/2).

Moeldoko menuturkan, selama ini pihaknya lebih fokus bekerja sebagai Kepala KSP. Kemudian Moeldoko sendiri memang tengah mempersiapkan pernikahan putri bungsunya selama 4 pekan belakangan.

"Sehingga saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai," ujar Moeldoko. "Jadi janganlah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan."


Moeldoko meminta pihak-pihak terkait untuk berhenti menekannya dalam kasus yang dalam pandangannya bersifat internal ini. Bahkan Moeldoko balik mengancam akan melakukan "sesuatu" jika terus ditekan.

"Saya ingin mengingatkan semuanya ya, saya ingin mengingatkan," tutur Moeldoko. "Karena saya bisa sangat mungkin melakukan apa itu langkah-langkah yang saya yakini."

"Jadi saya berharap, jangan menekan saya karena seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu," imbuhnya. "Saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini."

Dalam kesempatan sebelumnya, SBY menyebut tindakan kudeta ini turut melibatkan Moeldoko. Namun sang Ketua Majelis Dewan Tinggi Demokrat meyakini aksi Moeldoko ini tidak diketahui Presiden Joko Widodo. "Secara pribadi, saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi," tegas SBY dalam sebuah rekaman video, Rabu (24/2).

SBY pun menegaskan bahwa Partai Demokrat yang kini dinahkodai sang putra sulung bukan untuk dijual. "Bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli Partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, Partai Demokrat not for sale!" ujar SBY menekankan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts